D-ONENEWS.COM

PAUD Baik Bagi Anak, Asalkan Begini

Surabaya, (DOC) – Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, DR. dr. Ahmad Suryawan, SpA(K) mengungkapkak bahwa orang tua disarankan untuk memperhatikan pertumbuhan fisik anak terutama tinggi badan dan lingkar kepala secara rutin di masa emas, usia 12 – 36 bulan.

Sejauh ini, tak banyak orang tua yang memahami sedetil ini. Seringkali pertumbuhan anak hanya menggunakan berat badan sebagai indikator kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Dokter yang disapa sebagai Wawan ini menjelaskan, bahwa studi para ahli membuktikan lambatnya pertumbuhan tinggi badan pada anak usia 12-36 bulan mempunyai kaitan dengan skor kognitif dan prestasi sekolahnya.

Namun bila pertumbuhan tinggi badan fi bawah jauh dari rata-rata menandakan terjadinya stunting. Pendek yang dimaksud ini adalah pendek atau pertumbuhan tinggi yang terhambat karena malnutrisi.

“Harus ada pemantauan secara rajin orang tua. Pemerintah sudah memberikan pencegahan juga treatment stunting. Tapi upaya pemerintah pencegahan masa depan ini yang penting,” tandas Wawan.

Menurut Wawan, pencegahan stunting yang paling efektif dan sederhana adalah pemberian ASI secara penuh. “Maka Ibu menyusui harus benar-benar dihargai untuk bisa memberikan ASI dengan optimal,” tegasnya.

Penanganan stunting juga tidak boleh menunggu dampak akibat yang komplikasi. Selain itu bagi anak yang lewat dari usia 2 tahun, penanganannya akan lebih kompleks.

“Tambahan nutrisi saja tidak cukup. Stimulasi bidang gerak harus maksimal. Jangan menunggu komplikasi. Artinya tumbuh kembang mengganggu pencernaan atau gangguan kesehatan dan perkembangan,” tambahnya.

Wawan menekankan bahwa pemberian nutrisi yang lengkap dan seimbang perlu untuk disertai dengan stimulasi berupa aktivitas fisik yang sesuai dan terus dilakukan hingga umur 5 tahun untuk mendukung si Kecil Tumbuh Sesuai, Cepat Tangkap dan Aktif Bergerak.

Oleh karena itu, Wawan mendukung perlunya anak mendapatkan stimulasi eksternal dari orang tua untuk mengasah kemampuan motorik melalui gerak-gerak. Cara terbaik melalui kegiatan kelompok bermain atau lewat kegiatan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

Namun syaratnya, kegiatan di play group atau PAUD tidak terlalu membebankan pada kegiatan kognitif yang tidak sesuai dengan ilmu tumbuh kembang yang tepat.

“Sangat boleh ikut PAUD, tapi dikedepankan bahwa Paud playgroup dan TK bukan sebuah kegiatan kognitif yang diajarkan tapi waktu bermain untuk membentuk karakter anak,” tegasnya.

Kegiatan PAUD harus lebih banyak dengan aktivitas dan stimulasi fisik yang mengantarkan anak-anak membentuk karakter dirinya.

“Saya sangat setuju ketika pemerintah akhir-akhir ini tegas melarang tes calistung untuk anak TK dan SD. Itu sesuai ilmu tumbuh kembang,” ujarnya.

Tanpa menjalani PAUD pun, anak-anak bisa tumbuh kembang dengan baik asalkan ada kedekatan dan Kepengasuhan orang tua yang baik dan lingkungan bermain yang mencukupi.

“Pola asuh dan ikatan keluarga di rumah dengan baik. Kepengasuhan orang tua yang melekat. Seharusnya minimal lingkungan kelompok bermain. Tapi PAUD lebih bagus kan ada yang gratis,”imbuhnya. (Pbr)

Loading...

baca juga