Yogyakarta,(DOC) – Kembalinya Hasto Kristiyanto ke kursi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan di sebut sebagai keberuntungan politik, baik bagi dirinya maupun partai. Pandangan ini di sampaikan oleh dosen Universitas PGRI Yogyakarta sekaligus pengurus Majelis Luhur Tamansiswa, Dr. Ki Tarto Sentono, dalam keterangannya, Sabtu (16/8/2025).
Menurut Tarto, peluang Hasto kembali ke jajaran elite PDIP tidak hanya di topang pengalaman panjangnya, tetapi juga kondisi internal partai yang sedang kekurangan kader pemikir dan organisator.
“Hasto beruntung karena sudah di bebaskan dan mendapat amnesti dari Presiden Prabowo. Ia kembali ke partai di saat jumlah pemikir dan kader yang mau bekerja di partai sangat sedikit. Momentum degradasi pemikir ini justru membuka jalan baginya,” ujar Tarto.
Ia menilai keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kembali mengandalkan Hasto merupakan bentuk realisme politik. Dengan keterbatasan figur berpengalaman, berjejaring, dan memiliki kapasitas intelektual, Megawati di sebut tidak punya banyak pilihan.
“Hasto adalah doktor lulusan Universitas Indonesia dan juga dosen di Universitas Pertahanan. Kapasitas akademiknya, di tambah pengalaman politik panjang, membuat partai masih membutuhkannya,” tambahnya.
Krisis Kader
Fenomena ini berkaitan dengan teori cadre crisis atau krisis kader, yakni kondisi ketika partai kekurangan pemimpin berkualitas untuk mengisi posisi strategis. Situasi tersebut kerap membuat partai politik kembali mengandalkan figur lama sebagai solusi pragmatis.
“Kembalinya Hasto menunjukkan PDIP memilih stabilitas organisasi dengan mengandalkan loyalis yang sudah teruji, meskipun ada kontroversi masa lalu,” kata Tarto.
Ia juga menilai keberuntungan politik turut menyertai perjalanan Hasto. Usai tersandung kasus hukum, amnesti presiden yang di terimanya justru menjadi batu loncatan untuk kembali ke panggung politik.
“Politik adalah soal momentum. Dalam kondisi biasa, mungkin ia tidak akan kembali secepat ini. Tetapi dengan amnesti dan kebutuhan partai, Hasto justru tampil sebagai figur yang di anggap paling siap,” tutupnya. (r6)





