Jakarta,(DOC) – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) sukses mencatatkan prestasi gemilang di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Perusahaan pelat merah ini berhasil menggelar pelatihan dan sertifikasi bagi 500 ahli bangunan secara serentak di lima provinsi sekaligus.
Aksi masif ini menyasar lima wilayah strategis, yakni Kabupaten Bogor, Kota Palembang, Kota Bengkulu, Kota Malang, dan Kota Kendari. Rekor ini menjadi bukti nyata dukungan SIG terhadap visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan kompetensi tenaga kerja sektor konstruksi.
Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, menegaskan bahwa kesuksesan di lima daerah ini hanyalah langkah awal. SIG berencana memperluas program serupa ke lebih dari 100 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
“Kami menargetkan mampu melatih dan mensertifikasi lebih dari 5.000 ahli bangunan. Program ini membuktikan konsistensi SIG dalam mewujudkan semangat Bangga Bangun Indonesia,” ujar Dicky.
Mengusung tema “Bangga Bangun Keahlian, Bangga Bangun Indonesia”, para peserta mendalami berbagai materi krusial. Selain pengetahuan dasar semen dan beton, SIG menekankan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta metode konstruksi yang efisien.
Para peserta tidak hanya menyerap teori, tetapi juga melakukan praktik lapangan mulai dari teknik pemasangan material hingga plesteran. Proses sertifikasi pun berlangsung ketat melalui wawancara dan uji keterampilan langsung oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
Bersamaan dengan momen ini, SIG memperkenalkan aplikasi Jago Bangunan sebagai wadah pembinaan digital. Aplikasi ini menawarkan fitur e-learning, konsultasi teknis, hingga penghitungan Rencana Anggaran Bangunan (RAB). Hingga kini, komunitas tersebut telah merangkul 14.941 anggota.
Salah satu peserta senior asal Malang, Edi Purwanto (63), mengaku sangat terbantu dengan program ini meski sudah puluhan tahun bergelut di dunia konstruksi.
“Teknologi dan material terus berkembang. Pelatihan ini membantu saya memahami bahan berkualitas dan cara penggunaan yang benar. Kami harap kegiatan ini terus berlanjut,” tutur Edi.(ode/r7)





