Surabaya,(DOC) – Puluhan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kecamatan Sukolilo, Surabaya, memadati Pendopo Kecamatan Sukolilo pada Rabu (4/2/2026). Mereka antusias mengikuti Workshop Dongeng dan Melukis guna memperkaya metode pembelajaran yang lebih kreatif dan edukatif bagi anak-anak.
Bunda PAUD Kecamatan Sukolilo, Putri Wulandari, membuka langsung kegiatan ini. Ia menekankan agar para pendidik segera mempraktikkan ilmu yang mereka dapatkan di lembaga PAUD masing-masing.
Dalam sambutannya, Putri menegaskan bahwa kompetensi pendidik harus terus berkembang mengikuti kebutuhan anak usia dini.
“Dongeng dan melukis bukan sekadar hiburan, tapi media efektif untuk membangun karakter, emosi, dan imajinasi anak sejak dini. Saya berharap materi hari ini benar-benar menyentuh proses belajar mengajar sehari-hari,” ujar Putri.
Praktisi anak sekaligus pendongeng nasional, Harris Rizki Akhiruddin atau yang akrab dengan sapaan Kak Harris, menjadi narasumber utama. Ia membongkar berbagai teknik mendongeng, mulai dari pengolahan suara yang unik, permainan ekspresi wajah, hingga strategi menyusun alur cerita yang memikat perhatian balita.
Selain teknik teknis, Kak Harris juga membedah berbagai problem perilaku anak yang sering muncul di sekolah. Ia memberikan solusi bagaimana menggunakan dongeng sebagai sarana komunikasi lembut untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan tanpa terkesan menggurui.
Para peserta menyambut positif workshop ini karena materinya sangat aplikatif. Mereka menilai teknik yang Kak Harris ajarkan sangat relevan dengan kendala yang sering mereka hadapi di kelas.
“Kami sangat senang. Materinya mudah kami pahami dan bisa langsung kami praktikkan kepada anak-anak besok pagi,” ungkap salah satu peserta dengan penuh semangat.
Melalui workshop ini, Kecamatan Sukolilo menargetkan peningkatan kualitas pembelajaran PAUD. Harapannya, para pendidik mampu menjadi pendamping tumbuh kembang anak yang lebih kreatif, sabar, dan penuh kasih sayang.(r7)





