D-ONENEWS.COM

Pelaku Usaha Sektor Pariwisata Dihimbau Daftar Sertifikasi CHSE

Lumajang, (DOC) – Para pelaku pariwisata harus memiliki sertifikasi CHSE (Clean, Health, Safety, and Environment). Hal ini ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang, Yoga Pratomo mengatakan, para pelaku usaha di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif di Lumajang untuk segera mendaftar sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE).

“Harapannya semua objek wisata, hotel, restoran dan home stay di Lumajang dapat mendaftar sertifikasi CHSE, sehingga nantinya bisa menjamin kita untuk berdaya saing dengan unsur-unsur lain maupun objek-objek lain,” ujarnya saat di konfirmasi, Selasa (12/10/2021).

Yoga mengatakan, bahwa sertifikasi CHSE merupakan proses pemberian sertifikat kepada Usaha Pariwisata, Destinasi Pariwisata dan Produk Pariwisata lainnya untuk memberikan jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan.

“Jadi ini merupakan wujud keseriusan pemerintah untuk menjaga dan mengendalikan Covid-19,” ujar dia.

Menurut Yoga, penerapan programnya adalah dengan melakukan sertifikasi CHSE untuk para pelaku usaha di industri pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk di antarnya hotel, restoran, homestay, bioskop, seni pertunjukan musik, seni rupa, fashion, kuliner, kriya, fotografi serta wahana permainan.

Ia menambahkan, bahwa untuk saat ini di Lumajang ada empat wisata yang telah mengajukan CHSE, di antaranya Ranu Klakah, B29, Water Park dan Selokambang, sementara milik swasta empat hotel, empat homestay dan enam restoran dan beberapa Daya Tarik Wisata (DTW).

“Kalau milik pemerintah yang sudah diaudit, yakni Ranu Klakah dan B29, sementara milik swasta yang sudah audit, yakni Wakul Bu Tjipto, Pondok Bunga, Asam-Asem Mesem, C Best dan RM Lumayan,” pungkasnya.(Imam)

Loading...