
Surabaya, (DOC) – Operasi pengangkutan raksasa sukses digelar di Jawa Timur. Sebanyak delapan unit kereta rel listrik (KRL) buatan PT Industri Kereta Api (INKA) dengan total bobot mencapai 296 ton berhasil dikirim dari pabriknya di Banyuwangi menuju Stasiun Kalimas, Surabaya.
Pengiriman sarana perkeretaapian bernilai strategis ini ditangani langsung oleh anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), KAI Logistik, melalui segmen bisnis project logistics (KALOG Pro).
Prosedur pengangkutan muatan superberat (heavy cargo) ini mengombinasikan moda transportasi laut dan darat. Armada multi-axle trailer dengan konfigurasi 12 gandar dikerahkan untuk jalur darat, sementara kapal Landing Craft Tank (LCT) diandalkan untuk menyeberangi perairan Jawa Timur.
Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi Deviyanti, mengungkapkan bahwa tiap unit KRL memiliki bobot berkisar antara 29 hingga 37 ton. Dimensi yang ekstrem serta beban yang masif menuntut presisi dan perencanaan tingkat tinggi di setiap rute.
“Pengiriman delapan unit KRL ini mencerminkan kapabilitas KAI Logistik dalam menyediakan solusi logistik untuk kebutuhan khusus. Kami berupaya memastikan sarana produksi dalam negeri dapat didistribusikan dengan penanganan yang tepat, sekaligus mendukung kelancaran rantai pasok industri perkeretaapian,” kata Aniek, Senin (26/10/2026).
Rute pengiriman dimulai dari pabrik INKA Banyuwangi menuju Pelabuhan LCM Ketapang via darat. Selanjutnya, rangkaian KRL diseberangkan melalui jalur laut menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sebelum akhirnya diantar ke tujuan akhir di Stasiun Kalimas.
Keberhasilan proyek ini memperkuat rekam jejak KAI Logistik dalam menangani heavy cargo industri perkeretaapian nasional, setelah sebelumnya sukses mendistribusikan lokomotif, gerbong, hingga rangkaian LRT.




