Surabaya, (DOC) – Ratusan pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Kota Surabaya memadati halaman eks Hi-Tech Mal pada Minggu (25/10/2026).
Mengusung semangat “Muda Bisa”, gelaran Puncak Bulan Bakti Karang Taruna Ke-66 sekaligus Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini menjadi panggung pembuktian Gen Z Surabaya dalam menunjukkan kemandirian ekonomi dan kepedulian sosial.
Suasana semarak sudah terasa sejak sore melalui aksi fun bike mengelilingi Kota Surabaya, dilanjutkan pameran booth kewirausahaan karya anak muda, hingga malam penganugerahan (awarding) bagi kader Karang Taruna serta lurah dan camat terbaik.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menegaskan bahwa Karang Taruna kini memegang peran strategis sebagai mitra pemerintah, tidak hanya dalam urusan sosial tetapi juga penggerak ekonomi warga.
“Beberapa booth di sini merupakan karya Gen Z dan Karang Taruna. Mereka menunjukkan kreativitas yang tidak hanya mengasah jiwa wirausaha, tetapi juga menambah penghasilan,” kata Antiek di lokasi acara.
Lebih lanjut, Antiek mengapresiasi kontribusi aktif Karang Taruna yang terjun langsung menyisir data lansia, ibu hamil, hingga anak disabilitas di permukiman warga.
Bahkan tahun ini, anak-anak muda Surabaya tersebut dipercaya menjadi mitra strategis Bulog dalam mendistribusikan bantuan pangan pemerintah pusat kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Mereka juga aktif mendampingi pelaksanaan Musyawarah Kelurahan (Muskel). Pemkot Surabaya akan terus mendukung agar pemuda semakin produktif di bidang ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan sosial,” tambahnya.
Sebelum mencapai puncaknya, rangkaian Bulan Bakti Karang Taruna Ke-66 telah diisi dengan berbagai kegiatan konkret.
Ketua Karang Taruna Kota Surabaya, Febryan Kiswanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah merenovasi jamban di 10 titik wilayah Kecamatan Wonokromo, mengecat Taman Makam Pahlawan, menyalurkan santunan kepada 66 anak yatim, menggelar kompetisi e-sport, hingga meluncurkan Muda Bisa Akademi.
“Di puncak HUT Ke-66 ini, kami ingin menunjukkan bahwa anak muda Surabaya bisa mandiri sekaligus mengabdi. Melalui wadah seperti Muda Bisa Akademi, kami menyiapkan SDM unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan meningkatkan soft skill serta jiwa kewirausahaan pemuda,” tegas Febryan.
Malam puncak acara ditutup dengan pemberian penghargaan kepada Karang Taruna tingkat kecamatan, kelurahan, RW, hingga RT, serta apresiasi khusus kepada para lurah dan camat yang dinilai konsisten mendampingi pergerakan pemuda di wilayahnya.





