
Surabaya, (DOC) – Menjawab keresahan para mahasiswa yang kerap kesulitan mendapatkan tempat magang sesuai dengan disiplin keilmuannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) menghadirkan inovasi berbasis digital bernama BRIGHT (Brida Research, Internship Growth and Holistic Training).
Aplikasi berbasis web ini dirancang sebagai sistem perjodohan atau matchmaking yang mempertemukan kebutuhan kuota serta kriteria spesifik Perangkat Daerah (PD) dengan kualifikasi mahasiswa magang dari berbagai perguruan tinggi.
Kepala Brida Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, mengungkapkan bahwa hadirnya BRIGHT dilatarbelakangi oleh persoalan ketidaksesuaian yang kerap dialami tiga pihak utama yaitu, mahasiswa, pihak kampus, dan PD penerima.
“Selama ini mencari tempat magang itu tidak mudah. Kadang saat anak magang, terjadi ketidakmerataan. Ada yang sesuai keilmuannya, tapi ada juga yang jurusannya beda jauh dengan fungsi tempat magang. Akhirnya mahasiswa terpaksa mengerjakan hal di luar ilmunya dapat konversi SKS, tapi ilmunya tidak dapat,” kata Agus Imam Sonhaji, Kamis (23/7/2026).
Tidak hanya mahasiswa, PD atau dinas kerap merasa kuota yang ada tidak efektif karena kualifikasi peserta tidak sesuai kebutuhan teknis lapangan, sementara pihak kampus kerap kebingungan memantau efektivitas kegiatan magang para mahasiswanya.
Melalui BRIGHT, proses seleksi magang di lingkungan Pemkot Surabaya kini dibuat transparan dan terstruktur layaknya sistem rekrutmen profesional. Web tersebut menampilkan kuota dan posisi yang dibutuhkan PD, sehingga dapat dilakukan indentifikasi kebutuhan kuota secara terperinci.
“Dalam sistem yang kami buat, setiap posisi dilengkapi dengan rincian tugas yang jelas (seperti pemetaan wilayah, manajemen data, atau analisis administrasi). Sehingga, ketika mahasiswa masuk ke sistem BRIGHT melalui situs resmi Brida Kota Surabaya, memilih PD yang relevan, serta melamar posisi sesuai kompetensinya,” ungkapnya.
Selain itu, seluruh persyaratan dan surat pengantar dari kampus diunggah langsung ke portal tanpa perlu prosedur birokrasi manual yang rumit.
Agus mengungkapkan, meskipun baru berjalan, platform BRIGHT telah membuktikan efektivitasnya di lapangan dengan menampung sekitar 500 hingga 600 pelamar dari berbagai kampus menuju OPD di lingkungan Pemkot Surabaya.
“Khusus di kantor Brida sendiri, saat ini telah menampung sekitar 38 hingga 39 mahasiswa magang yang disebar secara proporsional ke berbagai divisi riset dan inovasi,” ungkapnya.
Inovasi ini dipastikan tidak berhenti pada versi awal (BRIGHT 1.0). Pihak Brida menyatakan telah menyiapkan rencana pengembangan menuju BRIGHT 2.0 yang lebih inklusif.
“Ke depannya, kami ingin cakupan tempat magang tidak hanya terbatas pada kantor dinas atau perangkat daerah tingkat kota, melainkan difokuskan hingga level kelurahan dan komunitas masyarakat lokal seperti paguyuban seni, kelompok usaha warga, dan kegiatan kewargaan lainnya,” pungkasnya.





