Lumajang,(DOC) – Seorang pendaki Gunung Lemongan, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang yang dilaporkan mengalami hipotermia, pada Selasa (1/8/2023).
Pendaki tersebut diketahui bernama Shohibul Fatoni (22) warga Desa Kalisalam, Kecamatan Dringu Kabupat3n Probolinggo.
Fatoni melakukan pendakian bersama tujuh orang temannya alumni salah satu pondok pesantren di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Senin (31/7/2023).
“Korban bersama rombongan mulai mendaki gunung Lemongan sekira pukul 20.00 WIB,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Rehabilitasi BPBD Lumajang Reza Aditya.
Sekitar Pukul 21.30 WIB, 8 pendaki ini sampai di Bu Gede Gunung Lemongan dan selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju puncak.
“Sekitar pukul 04.00 WIB rombongan pendaki sampai di puncak, namun Shohibbul Fatoni dan Iqbal hanya sampai Guci,” kata Reza.
Karena mengalami hipo, Shohibbul Fatoni kemudian menghubungi orang tuanya dan tidak bisa melanjutkan perjalanan untuk turun. Hingga akhirnya orang tua menghubungi BPBD kabupaten Lumajang.
“Sekitar pukul 9 pagi kita dapat laporan ada pendaki yang mengalami hipo, jadi yang bersangkutan menghubungi ayahnya dan langsung diteruskan kepada kita,” kata Reza.
Tim gabungan mulai melakukan pendakian penjemputan korban
Proses evakuasi korban berlangsung lama hingga 12 jam. Beruntung, korban mendapatkan pertolongan cepat dari teman-teman pendakinya dengan membungkus tubuh korban menggunakan jaket dan selimut sebelum petugas sampai keatas.
Reza menyebut, kendala yang dihadapi saat evakuasi berlangsung adalah medan yang cukup sulit untuk mendaki gunung setinggi 1.400 mdpl tersebut.
Selain itu, kondisi korban yang terus menurun sehingga harus dilakukan penanganan cepat di titik korban berada.
Korban baru berhasil di evakuasi dan dibawa ke Puskesmas terdekat sekira pukul 24.00 WIB.
“Kendalanya tidak ada ya selain medan yang cukup sulit. Tapi alhamdulillah korban sudah kita evakuasi dan saat ini berada di Puskesmas setempat,” lanjutnya.
Reza mengimbau, para pendaki Gunung Lemongan yang masih pemula untuk didampingi petugas dan memperhatikan kesehatannya sebelum melaksanakan pendakian.
“Kami imbau sebaiknya pendaki ini didampingi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Juga kesehatan harus dipastikan dalam kondisi fit,” pungkasnya.(mam)


