Pendidikan Dasar Jadi Fokus Program KREASI, Sasar 8 Kabupaten di 4 Provinsi

Pendidikan Dasar Jadi Fokus Program KREASI, Sasar 8 Kabupaten di 4 Provinsi
Pendidikan Dasar Jadi Fokus Program KREASI, Sasar 8 Kabupaten di 4 Provinsi

Jakarta,(DOC) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Agama (Kemenag), Bappenas, dan sejumlah mitra lokal serta internasional secara resmi meluncurkan program nasional KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia). Acara ini diadakan pada hari Selasa (18/3) di Aula Kemendikdasmen, Jakarta.

Program ini bertujuan memperkuat kualitas pendidikan dasar. Dalam hal ini, khususnya kemampuan membaca, matematika, dan sains, untuk anak-anak jenjang taman kanak-kanak, sekolah dasar, dan madrasah ibtidaiyah kelas 1 sampai 3.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutan daringnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya pendidikan sebagai pondasi masa depan bangsa.

“Pendidikan adalah fondasi utama membangun bangsa. Melalui peningkatan kualitas pengajaran, pembelajaran, serta penguatan karakter dan kemampuan dasar, kita bisa membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Mu’ti.

Kolaborasi Lokal dan Global

KREASI akan di laksanakan di 8 kabupaten di 4 provinsi. Program ini di dukung oleh pelaksana lokal yang berbeda di tiap daerah. Mitra pelaksana meliputi Article 33, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, PNF Dikdasmen Muhammadiyah, Ikatan Guru Indonesia (IGI), dan Wahana Visi Indonesia.

Program ini mengedepankan pendekatan lokal dengan tetap menjaga standar kualitas melalui penguatan kapasitas di tingkat operasional dan pelaksanaan program. Tujuannya adalah menjangkau lebih banyak anak di daerah yang belum memiliki akses pendidikan optimal. Selain itu, program ini akan mengisi celah sistemik dalam pendidikan dasar.

KREASI di rancang untuk mendukung lahirnya generasi Indonesia yang cakap secara literasi, numerasi, dan karakter. Visi akhirnya adalah membangun fondasi kuat menuju generasi emas 2045.

Menutup acara, Ketua Badan Pengurus dan CEO Save The Children Indonesia, Desi Kurwiany Ukar, menyampaikan harapan besar terhadap dampak jangka panjang program ini.

“Kami percaya bahwa kolaborasi multipihak dapat membawa dampak luar biasa—tidak hanya dalam akses pendidikan, tapi juga perlindungan dan masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak Indonesia,” tuturnya. (r6)

Pos terkait