D-ONENEWS.COM

Pengusaha Rias Pengantin Dirampok, Uang Rp 31 Juta Raib

Lumajang,(DOC) – Peristiwa perampokan uang 31 juta milik Tiananto Alias Tiara (24) berhasil diungkap tim Cobra Polres Lumajang.

Kejadian pencurian terjadi dirumah korban Dusun Margomulyo, Dusun Kenongo Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang, pada 26 Agustus 2019 dua bulan yang lalu.

Keempat pelaku berhasil ditangkap Johan Andri (26), Harjo (27), Ridi (35) dan Izroil Nurrohman (29) tak lain merupakan tetangga korban. Sementara satu pelaku berinisial D masih dalam pengejaran tim cobra.

Terungkap, para palaku yang beraksi saat itu, tak lain adalah anak buah korban sendiri yakni karyawan, dimana korban merupakan pengusaha rias pengantin.

Akibat kejadian itu, uang korban raib dibawa kabur para pelaku, sejumlah Rp. 31 Juta.

Setelah berhasil mengungkap pelaku pencurian, dan untuk mengetahui seperti apa pelaku melakukan aksi pencurian,  Tim Cobra Polres Lumajang menggelar rekontruksi ulang di lokasi kejadian dipimpin langsung Kapolres AKBP DR. Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH, Kamis (17/10/2019), dengan menghadirkan ke empat tersangka dan korban.

Dalam rekontruksi berlangsung para tersangka beraksi bersama – sama dengan membagi tugas dan fungsi sesuai dengan kesepakatan.

Salah satu tersangka memanggil korban dari luar rumah dengan menyebut nama Panggilan Te tante, merasa tidak curiga korban membukakan pintu kemudian pelaku lainnya masuk kerumah korban dan meminta uang dengan mengancam korban dengan pisau, akan disembelih jika berteriak.

Kemudian pelaku mengambil uang yamg ada di lemari baju di dalam kamar korban. Setelah pelaku berhasil mengambil uang korban, pelaku pergi meninggalkan rumah melalui pintu depan

“Diawali Johan datang mengetok pintu memanggil nama Tante, layaknya hendak bertamu. Setelah dibukakan pintu, disusul pelaku yang lain menodongkan pisau ke leher korban mengancam jika berteriak akan disembelih,” kata Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban didepan awak media.

Setelah lima hari pasca aksinya, uang tersebut dibagi – bagi. Dari tiap pelaku nominalnya tidak sama, ada yang Rp. 10 juta, ada yang Rp. 5 juta ada juga yang Rp. 1 juta.

“Uang hasil pembagian tersebut, digunakan oleh pelaku untuk membeli sepeda motor, kambing, dan pakaian yang saat ini sudah disita petugas sebagai barang bukti,” imbuh Arsal.

Menurutnya,  korban tak menyangka, jika pelakunya adalah orang yang menurutnya baik, dalam kurun waktu sepuluh tahun, bekerja dengan dirinya.

“Dari keterangan korban para pelaku sudah bekerja 10 tahun. Bahkan korban meminta tersangka tidak dihukum karena merupakan karyawan yang baik. Para tersangka tetap kita tahan karena hukum harus ditegakkan, sampai di pengadilan untuk dipersidangkan, ” pungkas Kapolres.(imam)

Loading...