
Surabaya,(DOC) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mendorong kemudahan layanan perizinan untuk memacu pertumbuhan investasi. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), seluruh proses perizinan kini dapat di lakukan secara daring melalui situs oss.go.id untuk perizinan berusaha dan sswalfa.surabaya.go.id untuk layanan lainnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMPTSP Kota Surabaya, Lasidi, menegaskan bahwa tidak ada lagi layanan perizinan secara manual demi mencegah potensi gratifikasi dan konflik kepentingan. Ia menambahkan, sistem digital ini memungkinkan warga mengurus izin secara mandiri, tanpa melalui perantara atau calo.
“Semua perizinan kita layani online. Jika ada berkas kurang, petugas langsung menghubungi pemohon untuk pendampingan. Seluruh proses gratis, kecuali izin yang memiliki retribusi atau pajak sesuai Perda,” kata Lasidi, Kamis (17/7/2025).
Tak hanya efisien, sistem ini juga transparan. Pemohon bisa melacak status permohonan secara real time. Jika terjadi kendala, masyarakat bisa menyampaikan pengaduan langsung ke Pemkot Surabaya melalui kanal resmi, dan di jamin mendapat tanggapan maksimal dalam 1×24 jam.
Pemkot Surabaya juga telah menyederhanakan persyaratan dan waktu pengurusan, yang kini hanya memerlukan waktu antara satu hingga empat hari kerja sejak berkas di nyatakan lengkap. Guna meningkatkan pelayanan, tim teknis dari dinas terkait juga di tempatkan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola.
“Melalui layanan satu pintu, pemohon tak perlu berpindah kantor untuk konsultasi. Semuanya kami layani di satu tempat,” tambahnya.
Sejumlah Inovasi
Demi menarik minat investor, DPMPTSP juga meluncurkan sejumlah inovasi seperti Klinik Investasi, Lapis Lupis, Pesona Buaya, Wani Ngurus Izin, Takon Sobat, dan Si Pintar, masing-masing di rancang untuk mempermudah layanan, pendampingan, hingga konsultasi perizinan dan investasi.
Hasilnya, realisasi investasi di Surabaya meningkat tajam. Berdasarkan data BKPM RI, dari triwulan IV tahun 2024 ke triwulan I 2025, nilai investasi naik dari Rp6,53 triliun menjadi Rp7,71 triliun atau tumbuh 16,8 persen. Jumlah pelaku usaha baru juga melonjak hingga 119.603 entitas.
Lima sektor dominan yang menyumbang investasi terbesar adalah perdagangan, industri pengolahan, penyediaan akomodasi dan makanan minum, jasa sewa dan penunjang usaha, serta konstruksi. Lokasi investasi tersebar di wilayah Tambaksari, Sawahan, Wonokromo, Kenjeran, dan Gubeng.
Lasidi optimistis, target investasi Kota Surabaya sebesar Rp42,69 triliun pada 2025 akan tercapai. Pemkot berharap investasi tidak hanya membawa pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat.
“Kami terus fasilitasi semua kebutuhan pelaku usaha dan investor. Komitmen kami jelas: investasi harus memberikan manfaat nyata bagi warga Surabaya,” tegasnya. (r6)





