Perketat Penataan Reklame, Pemerintah Susun Perda Inisiatif

Whisnu Sakti Buana

Surabaya,(DOC) – Regulasi penataan keberadaan papan reklame di Surabaya, kini tengah di susun ulang lebih ketat lagi.

Pemerintah Kota Surabaya berencana memisahkan Perda pajak reklame dengan Perda penataan letak dan kontruksi reklame.
Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana usai menghadiri Sidang Paripurna di Gedung  DPRD Surabaya Rabu (29/8/2018).
Menurut Whisnu, pajak dan penataan reklame selama ini diatur dalam satu Perda. Sehingga kini perlu dipisah, karena sudah ada perda soal pajak reklame.
Ia berharap, melalui Perda ini, titik-titik kontruksi reklame bisa lebih rapi lagi.
“Dulu kan Surabaya ini bak hutan reklame. Tapi sekarang kan sudah nggak,” katanya.
Perda penataan reklame, lanjut WS, masih berupa rancangan yang tengah dibahas di lembaga legislatif.
Raperda ini merupakan Perda inisiatif dari DPRD kota Surabaya.
“Nantinya juga kalau bisa agar lokasi-lokasi yang diijinkan untuk reklame bisa lebih tertata. Tidak membahayakan warga yang tinggal di lokasi sekitar reklame,” tambah politisi PDIP ini.
Jika regulasi ini sudah disahkan nanti, WS berharap para pengusaha reklame bisa lebih tertib mematuhinya.
“Baik secara dimensi reklame, tinggi, lebar, zonasi maupun hal-hal lain yang sudah diregulasi kelak,” pungkasnya.(lm/r7)