Jakarta,(DOC) – Dua orang wanita yang mengaku keluarga korban perampokan sadis Pulomas dan belasan anggota Reskrim Polrest Metro Jakarta Timur, berkumpul di depan tempat kejadian perkara(TKP), halaman rumah mewah milik Dodi Triyono, Jl. Pulomas Utara 7A, Pulogadung Jaktim.
Sejumlah aparat kepolisian ini, menerobos police line rumah kosong yang menjadi perampokan hingga menewaskan 5 orang korban dan 6 orang luka parah.
Dalam kesempatan itu, pihak kepolisian melakukan pemotretan seluruh ruangan rumah mewah yang selama ini dihuni oleh korban yang dikenal dekat dengan para pejabat tinggi Negara.
Sementara 2 orang wanita yang mengaku keluarga dari Almianda Safira, istri kedua Dodi Triono, tidak diperbolehkan masuk rumah dan hanya berada di depan pintu gerbang.
Saat diklarifikasi dilokasi, petugas hanya menyampaikan kegiatan pemotretan ini untuk pengembangan penyelidikan.
“Ini hanya internal kita (Polres,red), untuk pengembangan penyidikan. Besok saja kesini, sekitar jam 10 – an, Senin(2/1/2017). Ada pra-rekonstruksi, nanti minta keterangannya ke Kapolres ya,” ujar salah satu petugas kepolisian yang menggunakan baju preman, saat ditemui oleh d-onenews.com di TKP, Minggu(1/1/2017) sekitar pukul 22.35 Wib.
Berbeda dengan pernyataan salah satu keluarga korban yang enggan menyebutkan namanya.
“Ini untuk acara tahlilan besok, Senin(2/1/2017). Kepolisian ini hanya memotret ruangan, agar barang-barang tidak pindah tempat,” ungkap salah satu wanita berkerudung yang mengaku ibu kandung Almianda Safira.
Usai pemotretan, rumah Dodi, kembali dikosongkan dan dijaga oleh 3 orang petugas berseragam kepolisian.(yun/mi/di/bi/r7)