PLN Jatim Siap Terangi Pulau Terpencil, Target Hingga 2019

Surabaya,(DOC) – Perusahaan Listrik Negara Jawa Timur  mempunyai pekerjaan rumah besar untuk menyelesaikan mengaliri listrik hingga pelosok desa, dan PLN Jatim menargetkan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah ini hingga tahun 2019. Menurut Manajer Komunikasi Hukum dan Administrasi PLN Distribusi Jawa Timur, Dwi Suryo, 22 desa di Pamekasan dan Sumenep itu hanyalah sebagian kecil dari 8.501 desa yang ada di wilayah di Jatim.  

“Mereka menggunakan listrik yang diproduksi secara mandiri dalam kapasitas yang sangat terbatas. Tahun depan mereka harus sudah teraliri listrik PLN,” ujarnya, Selasa(25/9/2018).

Seluruh desa yang kini sedang menjadi pantauan itu tersebar di Kabupaten Sumenep, tepatnya di Pulau Sepanjang, Pulau Raas, dan sekitarnya. Saat ini, listrik yang mereka nikmati masih menggunakan turbin secara patungan yang hanya mampu menerangi listrik maksimal hanya 7 jam sehari.

Dalam rangka menerangi seluruh wilayah, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan desa dan pemerintah daerah setempat agar pihaknya bisa mendapatkan tanah atau lahan dengan harga wajar. Lahan tersebut nantinya akan digunakan sebagai lokasi penempatan mesin pembangkit atau genset PLN.

Pihaknya memperkirakan, setiap pulau butuh mesin pembangkut minimal dua genset. “Jadi kami membutuhkan sekitar 18 genset yang akan ditempatkan di masing-masing pulau,” katanya.

Terkait investasi, Dwi mengatakan mencapai sekitar Rp 4 miliar hingga Rp 5 miliar per pulau atau sekitar Rp 36 miliar hingga Rp 45 miliar untuk 22 desa di sembilan pulau.

Pihaknya sengaja menggunakan genset, karena 22 desa itu berada di pulau jauh. “Genset lebih efisien ketimbang pembangkit listrik tenaga uap yang memerlukan biaya lebih besar lagi dan prosesnya lebih lama,” pungkasnya.(hadi/r7)