D-ONENEWS.COM

Polda Jatim Bongkar Sindikat Pencetak Dokumen Kependudukan Palsu Untuk Pilkada 2020

Foto; Kapolda Jatim tunjukan barang bukti dokumen kependudukan palsu

Surabaya,(DOC) – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim membongkar sindikat pemalsuan dokumen kependudukan untuk kepentingan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020.

Seorang pria asal Sukabumi Jawa Barat berinisial AS diamankan kepolisian karena diduga pelaku pembuat dokumen kependudukan palsu. AS telah melakukan prakteknya selama 7 bulan dan telah kebanjiran order dari berbagai daerah di Indonesia, hingga omsetnya mencapai Rp 1 milliar.

Dokumen kependudukan yang dibuat AS sangat mirip dengan aslinya hingga bisa untuk menerbitkan paspor asli. Dokumen yang dicetak AS diantaranya Akte Kelahiran, Kartu Keluarga dan Surat Keterangan Kependudukan yang digunakan untuk kepentingan Pilkada.

AS yang ditangkap di Blitar Jawa Timur, mematok tariff pembuatan 1 dokumen kependudukan seharga Rp 2 juta.

“AS mengaku menerima pesanan dari berbagai daerah diantaranya dari Lampung, NTT, NTB, Jabar, Jateng, Jatim dan Maluku. Barcode surat perekaman kependudukan bisa dicetak dengan memalsukan barcode kartu penduduk lain,” ungkap Irjen Pol Luki Hermawan, Kapolda Jawa Timur, Senin(17/2/2020).

Dalam waktu dekat ini, kata Kapolda, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda dari daerah lain untuk membongkar sindikat pemalsuan dokumen kependudukan. Termasuk instansi terkait seperti Pemerintah Daerah, Dispenduk Capil dan Imigrasi.

“Pemalsuan dokumen kependudukan ini cukup rapi, karena dimulai dengan pemalsuan Surat Keterangan Domisili dan Akte Kelahiran serta KK yang mengubah dokumen kependudukan di desa-desa,” tambahnya.

Dengan kasus pemalsuan dokumen kependudukan ini, Polda Jatim akan berupaya mengantisipasi adanya kecurangan pada pelaksanaan Pilkada serentak 2020 yang akan digelar di 270 wilayah di Indonesia. Selain itu, pembongkaran sindikat dokumen kependudukan palsu ini , sekaligus untuk mengantisipasi pemalsuan dokumen kependudukan atas datangnya WNI yang tergabung ISIS di luar negeri.

“Barang bukti yang disita diantaranya blangko dokumen kependudukan palsu lengkap dengan hologram, E-KTP palsu, Passpor asli yang terbit dari dokumen kependudukan palsu,” pungkasnya.(hadi)

Loading...

baca juga