Produksi Tembus 78 Ribu Ton, Jatim Perkuat Identitas Kopi Lewat Communal Branding

Produksi Tembus 78 Ribu Ton, Jatim Perkuat Identitas Kopi Lewat Communal BrandingSurabaya,(DOC) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra kopi nasional. Tahun ini, produksi kopi Jatim diperkirakan mencapai 78,8 ribu ton.

Untuk meningkatkan daya saing produk lokal, Pemprov Jatim mendorong program Communal Branding melalui payung merek “Kopi Jawa Timur”.

Bacaan Lainnya

Program tersebut menjadi salah satu fokus dalam rangkaian Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 yang memulai roadshow nasional di Surabaya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur Heru Suseno mengatakan, program itu bertujuan memperkuat identitas kopi asal Jawa Timur sekaligus memperluas pasar.

“Kami ingin kopi Jawa Timur memiliki identitas yang kuat dan mudah di kenali pasar. Dengan branding bersama, nilai tambah produk dapat meningkat dan petani memperoleh manfaat yang lebih besar,” ujarnya di Grand City Convention Hall Surabaya, Sabtu (30/5/2026).

Produsen Kopi Terbesar Keempat

Jawa Timur saat ini menempati posisi keempat sebagai produsen kopi terbesar di Indonesia setelah Sumatera Selatan, Lampung, dan Sumatera Utara.

Produksi kopi Jatim di perkirakan menembus 78,8 ribu ton. Di sisi lain, konsumsi kopi dalam negeri juga terus meningkat seiring pertumbuhan kedai kopi di berbagai daerah.

Heru menjelaskan, program Communal Branding akan memperkuat karakter kopi dari setiap daerah penghasil di Jawa Timur.

Pemprov Jatim menjadikan kopi Arabika Ijen-Raung sebagai salah satu andalan. Kawasan tersebut meliputi Bondowoso, Banyuwangi, dan Situbondo.

UMKM Kuasai Pameran

Vice Project Director ICX, Rumpoko Hadi, menyebut industri kopi kini berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif.

Karena itu, penyelenggara memberi ruang lebih besar kepada pelaku usaha lokal.

Dari 75 merek yang mengikuti pameran, sekitar 70 persen berasal dari UMKM dan kedai kopi independen asal Jawa Timur.

“Kami ingin specialty coffee dan UMKM lokal mendapat akses pasar yang lebih luas serta terhubung dengan rantai pasok yang lebih besar,” kata Rumpoko.

Baca Juga:  Korban Terseret Arus di Pantai Payangan Ditemukan Meninggal, Satu Orang Masih Dicari

Pameran ini menargetkan transaksi hingga Rp3 miliar. Penyelenggara juga membidik kehadiran sekitar 7.500 pengunjung dari kalangan pelaku usaha, investor, dan konsumen.

Siapkan Talenta Industri Kopi

Selain pameran bisnis, ICX 2026 menghadirkan Indonesia Brewers Cup (IBrC) Regional 1. Kompetisi ini menjadi ajang bagi para peracik kopi menunjukkan kemampuan mereka.

Ketua Umum Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Daryanto Witarsa, mengatakan kompetisi tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan talenta yang mampu membawa kopi Indonesia ke pasar global.

“Masa depan kopi Indonesia membutuhkan figur yang tidak hanya menguasai teknik penyeduhan, tetapi juga mampu menjadi duta yang memperkenalkan kopi Indonesia ke dunia internasional,” ujarnya.

Panitia juga menghadirkan berbagai kegiatan interaktif, termasuk kompetisi fotografi Coffee Frame Challenge dengan hadiah jutaan rupiah. (ode/r7)

Pos terkait