Proyek Pembangunan Jalan Tol Tak Terpengaruh Menguatnya Dollar

ilustrasi

Surabaya,(DOC) – Pembangunan jalan tol dan segala aktivitas pengguna – nya tak akan terpengaruh dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Mengingat pemakai jalan tol merupakan masyarakat lokal yang segala transaksinya tidak menggunakan dollar AS.

“Tidak ada kaitannya aktivitas tol dengan kenaikan dollar AS. Transaksi tol menggunakan rupiah dan pekerjanya dilakukan oleh SDM lokal. Begitu juga dengan bahan baku dan peralatannya,” ungkap Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal saat mendampingi  Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani diacara Investor Summit di Bursa Efek Indonesia-Surabaya, Jawa Timur, Rabu(19/9/2018).

Di tengah kondisi pasar yang dinamis dan sentimen ekonomi yang terpengaruh oleh melonjaknya kurs dollar AS, kata Donny, keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk masih tetap stabil. Hal ini tidak terlepas dari seluruh pinjaman Perseroan, termasuk Komodo Bond, adalah dalam bentuk mata uang rupiah sehingga tidak memiliki risiko dengan adanya kurs dolar naik.

Di tengah agresifitas penyelesaian proyek jalan tol, Jasa Marga tetap fokus dalam menjaga pertumbuhan EBITDA. Beberapa proyek jalan tol ditargetkan rampung pada tahun 2019, sehingga memerlukan pendanaan yang ter-rencana.

“Di kinerja keuangan, Jasa Marga berhasil menjaga pertumbuhan EBITDA. Pada semester I tahun 2018, EBITDA mencapai Rp 2.9 triliun atau tumbuh 10,4% dibanding periode yang sama tahun 2017,” katanya.

Sementara itu, Desi Arryani, Direktur Utama PT Jasa Marga mengatakan, pihaknya saat ini sedang masif dalam pembangunan jalan tol. Hal tersebut sejalan dengan program Pemerintah di bidang infrastruktur. Pada tahun 2015 jalan tol beroperasi sepanjang 590 km. Tahun depan panjang jalan yang dioperasikan Jasa Marga akan mencapai 1260 km.

“Peningkatan sekitar 700 km jalan tol yang beroperasi. Luar biasa investasi yang dibutuhkan,” tandas Desi.

Ia juga menekankan bahwa Jasa Marga tengah fokus untuk menyelesaikan proyek jalan tol yang masuk dalam jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2, yaitu Proyek Jalan Tol Cinere-Serpong, Proyek Jalan Tol Serpong-Kunciran dan Proyek Jalan Tol Kunciran-Cengkareng.

“Sejumlah jalan tol itu ditargetkan beroperasi tahun 2019 nanti,” imbuhnya.

Selain pembangunan jalan tol, Jasa Marga juga terus meningkatkan kinerja bisnis usaha lain, seperti layanan transaksi dan layanan lalu lintas melalui PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), layanan pemeliharaan dan konstruksi jalan tol melalui PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM), dan meningkatkan investasi properti serta peningkatan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) melalui PT Jasamarga Properti (JMP).

“Dari sisi pengembangan usaha lain ini, ditargetkan mampu memberikan kontribusi 20% dari total pendapatan usaha Jasa Marga,” pungkasnya.(lm/r7)