Risma Optimis Proyek Underpass Mayjend Sungkono Selesai Akhir 2018

foto : dokumen

Surabaya,(DOC) – Pemerintah kota Surabaya merasa optimis proyek Underpass Bundaran Satelit Jl Mayjend Sungkono akan selesai di akhir tahun 2018.

Wali kota, Tri Rismaharini menyatakan, dalam waktu tiga bulan ke depan, pengerjaan proyek tersebut akan terus dikebut.

“Insyaallah underpass tahun ini selesai,” ujarnya, Kamis(20/9/2018) lalu.

Risma mengatakan, underpass akan dibuka dan bisa digunakan setelah semuanya selesai di akhir tahun. Menurutnya, yang terberat dari proyek ini adalah memindahkan beberapa saluran air baik PDAM maupun drainase.

“Sekarang lagi kerja, itu di Selatan dan Utara. Yang berat itu, sekarang lagi proses mindah. Nanti begitu jadi semua langsung difungsikan, sekarang tinggal tiga bulan ini,” katanya.

Risma menegaskan, pembangunan underpass itu tidak memakai dana APBD sama sekali, tapi hasil urunan para pengembang di Surabaya Barat.

Proyek yang dimulai pada 2016 ini awalnya dikoordinir oleh DPD REI Jatim, namun belakangan langsung dikoordinir oleh Pemkot Surabaya.

“Nilainya sudah penuh, sekarang sudah tidak sama REI, tapi Pemkot Surabaya yang langsung berhubungan dengan para pengembang,” katanya.

Pembangunan overpass dan underpass Mayjen Sungkono yang sempat terhenti menjadi sorotan DPRD Surabaya. Pasalnya, pembangunan tersebut diharapkan dapat memecah kemacetan yang kerap terjadi di kawasan itu. Karena itu dinantikan banyak kalangan.

Vinsensius Awey, anggota DPRD Surabaya Bidang Pembangunan menduga keterbatasan dana pihak ketiga menjadi kendalanya.

Diketahui, proyek overpass dan underpass Bundaran Satelit Surabaya didanai oleh para pengembang di sekitar Surabaya Barat melalui DPD REI Jatim.

Pembangunan overpass sudah selesai, namun underpass belum tuntas. Karenanya, Awey menyarankan Pemkot Surabaya dapat membantu mendanai guna mendorong selesainya proyek underpass.

Ia juga menyayangkan sikap REI Jatim yang tidak mau berterus terang terkait mangkraknya proyek tersebut.

Namun Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jatim Danny Wahid mengatakan komitmen yang diberikan anggotanya sudah cukup maksimal.

Sekadar diketahui, proyek underpass Jalan Mayjend Sungkono ini memang sepenuhnya dibiayai dan dikerjakan oleh para pengembang.

Pemkot tidak mengeluarkan sepeser-pun dana dari APBD, dengan konsekuensi memberikan kemudahan perizinan bagi para pengembang di Surabaya Barat.

Target awal pembangunan fisik underpass senilai Rp 80 miliar itu dimulai awal 2016 lalu. Namun, kemudian sempat berhenti karena sebagian dana dari pengembang belum terkumpul semuanya.(rob/r7)