Lumajang, (DOC) – Sejumlah warga Dusun Blimbing, Desa Tempursari, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang mengalami keracunan makanan setelah menghadiri pengajian rutinan.
Kapolsek Kedungjajang, AKP Maryanto saat di konfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Benar, ada laporan mengenai puluhan warga yang mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi ketan koro yang di sajikan saat pengajian,” ujar Maryanto, Kamis (8/8/2024)
Menurutnya, kejadian bermula saat puluhan warga Desa Tempursari menghadiri pengajian rutin di rumah Amiruddin Hasani.
Namun setelah menyantap ketan koro yang telah di siapkan, keesokan harinya sejumlah warga mulai merasakan pusing kepala.
Menurut Maryanto, berdasarkan informasi sementara, para korban mengalami gejala seperti pusing, mual, dan muntah setelah mengonsumsi makanan tersebut.
“Sebanyak 21 orang sudah di perbolehkan pulang dan 13 orang masih di rawat. Selain itu, ada lima orang yang melakukan perawatan mandiri di rumah, dan satu korban yang masih belum stabil,” Kata Maryanto.
Tidak hanya jemaah pengajian, sejumlah warga termasuk 3 anak-anak juga mengalami gejala serupa setelah mengkonsumsi makanan ketan koro yang disajikan tuan rumah/pemilik hajat ke sejumlah rumah tetangga.
“Total ada 31 warga yang mengalami keracunan makanan. Selain jemaah pengajian termasuk tetangga yang menikmati hantaran konsumsi pengajian,” kata Samsul Nurul Huda, Camat Kedungjajang.
Peristiwa keracunan ini, sebut Marzuki Kepala Dusun Belimbing, baru pertama kali terjadi. Biasanya, hidangan ketan koro sudah lazim di konsumsi warga setempat saat pengajian, namun tidak ada yang keracunan.
“Sudah biasa kalau warga sana makan ketan koro, biasanya juga gak papa tapi sekarang kok keracunan,” kata Marzuki.
Terkait hal ini dengan peristiwa keracunan massal tersebut, petugas di Puskesmas setempat telah mengirimkan sampel makanan ke Dinas Kesehatan Lumajang untuk diuji laboratorium. (Imam/dtk/r7))





