Rekom Bacawali Surabaya dari PDI Perjuangan Akhirnya Turun

Rekom Bacawali Surabaya dari PDI Perjuangan Akhirnya Turun

Blitar,(DOC) – Kedatangan pasangan bakal calon Wali Kota (Bacawali) Surabaya, Eri Cahyadi dan Armuji, pada acara Haul Bung Karno ke-54 di Blitar, untuk menerima rekomendasi dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan guna maju dalam Pilwali Surabaya.

Bacaan Lainnya

Eri Cahyadi dan Armuji hadir secara bergantian. Armuji datang lebih dulu dengan mengenakan kemeja hitam. Ia siap menyambut tamu-tamu seperti Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.

Sebelum kedatangan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, Eri Cahyadi sudah hadir. Ia turut serta menyambut Megawati beserta rombongan DPP PDI Perjuangan.

Pada kesempatan ini, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menjelaskan bahwa strategi Pilkada tingkat Kabupaten/Kota sudah mulai di matangkan. Hasto menyebut bahwa terkait Pilkada nanti akan ada konferensi pers tersendiri oleh DPD partai.

“Yang jelas saat ini di tingkat Kabupaten/Kota sudah terus di lakukan. Bahkan beberapa pelatihan pemenangan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah sudah di gelar,” ujarnya pada Jumat (21/6/2024).

Fokus pada Kota Metropolitan nomor dua di Indonesia, PDI Perjuangan telah memberikan surat rekomendasi kepada Bacawali-Bacawawali mereka. Rekomendasi jatuh kepada pasangan Eri Cahyadi dan Armuji, yang keduanya adalah petahana.

“Untuk Surabaya, rekomendasi sudah di keluarkan, pasangannya tetap. Di beberapa wilayah seperti Ngawi, Ponorogo, Sumenep, Kediri, Trenggalek, dan Batu sedang di lakukan survei, termasuk Kabupaten Malang,” jelas Hasto.

Hasto menegaskan bahwa Bacawali Surabaya Eri-Armuji telah menerima rekomendasi, bukan sekadar surat tugas. “Betul, itu rekomendasi, bukan surat tugas,” ucapnya singkat.

Saat ini, PDI Perjuangan memberikan fokus khusus pada Pilkada tingkat Kabupaten/Kota. Perolehan suara di Pemilu legislatif untuk PDI Perjuangan cukup tinggi.

“Skala prioritas saat ini kami fokus di tingkat Kabupaten/Kota,” tandasnya. (ang/r6)

Pos terkait