Rocky Gerung dan Risma Tegaskan Mangrove Surabaya Benteng Alami Nasional

Rocky Gerung dan Risma Tegaskan Mangrove Surabaya Benteng Alami NasionalSurabaya,(DOC) – Upaya penghijauan kawasan pesisir Kota Surabaya kembali menyedot perhatian nasional. Pengamat politik Rocky Gerung bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana, Tri Rismaharini, menegaskan pentingnya mangrove sebagai benteng ekologi dan perlindungan alami dari ancaman bencana serta krisis lingkungan.

Keduanya menyampaikan pandangan tersebut saat mengikuti kegiatan penanaman mangrove di kawasan pesisir Surabaya.

Bacaan Lainnya

Rocky Gerung: Mangrove Bukan Sekadar Simbol

Rocky Gerung menegaskan bahwa penanaman mangrove tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap praktik ekonomi yang merusak lingkungan.

“Kita tidak hanya menanam pohon, tetapi membersihkan paru-paru bumi dan paru-paru Surabaya yang dikotori oleh keserakahan ekonomi,” ujar Rocky.

Menurutnya, kawasan hijau di Surabaya memiliki nilai ekologis sekaligus nilai peradaban.

Ia optimistis Surabaya kelak akan dikenal sebagai kota yang berkontribusi besar dalam gerakan penghijauan.

Gagasan Simbolik: Ruang Publik Berbasis Ekologi

Dalam kesempatan itu, Rocky juga melontarkan gagasan simbolik agar kawasan mangrove menjadi ruang publik dengan pesan ekologis yang kuat.

“Saya ingin orang menikah di sini dengan syarat menanam pohon. Kalau bercerai, keduanya harus menanam dua kali lipat,” katanya.

Rocky menilai gagasan tersebut menyampaikan pesan bahwa menjaga hubungan manusia harus sejalan dengan menjaga bumi. “Bumi adalah rumah tangga umat manusia,” tegasnya.

Risma Dorong Penguatan Status Hukum Mangrove

Tri Rismaharini menekankan pentingnya memperkuat status hukum kawasan mangrove Surabaya. Ia mendorong pemerintah menetapkan kawasan tersebut sebagai kebun raya atau kawasan lindung.

“Jika statusnya kebun raya, kekuatan hukumnya jauh lebih kuat dan tidak bisa dialihfungsikan sembarangan,” kata Risma.

Menurutnya, mangrove berfungsi sebagai zona penyangga dan benteng alami kota dari ancaman bencana laut. “Ini adalah natural sea wall bagi Surabaya,” ujarnya.

Benteng Bencana dan Penjaga Pangan Laut

Risma menjelaskan bahwa mangrove juga berperan besar dalam menjaga ekosistem laut. Akar mangrove menjadi tempat berpijah ikan dan udang serta menyaring limbah berbahaya.

Baca Juga:  Potensi Kerugian Negara Dalam Penyaluran Bansos Sebesar Rp523 Miliar Lebih Dapat Diselamatkan

“Mangrove menyaring limbah, termasuk limbah B3, yang berdampak langsung pada kesehatan manusia,” jelasnya.
Ia menambahkan, perlindungan ekosistem mangrove berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber protein masyarakat pesisir.

Belajar dari Pengalaman Tsunami

Risma juga membagikan pengalamannya saat menerima penghargaan di Phuket, Thailand. Ia melihat langsung kawasan yang selamat dari tsunami karena terlindung oleh hutan pantai.

“Bangunan di kawasan itu tetap utuh karena pepohonan. Pemerintah setempat kemudian menetapkannya sebagai kawasan perlindungan nasional,” ungkapnya.

Menurut Risma, jika Indonesia memperkuat mangrove di seluruh wilayah pesisir, manfaatnya akan sangat besar.

“Kita terlindungi dari bencana, sekaligus menjaga kualitas ikan dan sumber pangan laut,” pungkasnya.(r7)

Pos terkait