D-ONENEWS.COM

Ruko Meledak di Medan, 2 Tewas, 10 Luka-luka

Medan (DOC) – Sebuah bangunan rumah-toko (Ruko) di Jalan Kruing Nomor 3-D, 3-E, Kelurahan Sikap, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan meledak, tadi malam. Insiden ledakan ini membawa korban jiwa 2 orang dan melukai sedikitnya 10 orang.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan, 2 korban jiwa akibat ledakan itu merupakan anak kecil.

“Selain itu, ada 10 orang mengalami luka-luka akibat ledakan itu,” kata Dadang, di Medan, Kamis malam.

Korban yang luka-luka, menurut dia, sudah dibawa ke Rumah Sakit Royal Prima Medan untuk menjalani perawatan medis.

“Mengenai penyebab ledakan tersebut, saat ini masih diselidiki,” kata Dadang.

Ia menyebutkan, Polrestabes Medan telah menurunkan tim ahli untuk meneliti penyebab ledakan Ruko itu.

“Kita masih menyelidiki ledakan itu,” katanya.

Sementara itu, Manajer Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Muhammad Yunus menyebutkan, sampai saat ini identitas korban ledakan itu belum diketahui.

Petugas pemadam kebakaran dan BPBD Kota Medan, menurut dia, masih melakukan upaya pemadaman kobaran api yang menghaguskan Ruko tersebut.

“Kami saat ini masih bekerja di lokasi kejadian.Nanti hasil perkembangan baru akan kami sampaikan,” kata Yunus.

Sales Area Head Perusahaan Gas Negara (PGN) Medan, Saeful Hadi menegaskan, ledakan bukan berasal dari gas bumi.

“Ledakan yang terjadi di Jalan Kriung Medan pada Kamis (11/4) dipastikan bukan berasal dari gas bumi PGN,” ujarnya.

Saeful mengatakan itu menjawab pertanyaan melalui telepon selular soal peristiwa ledakan di Jalan Kruing, Medan yang merusak sejumlah bangunan, menewaskan dua orang dan beberapa orang lainnya luka-luka.

Ditegaskannya, kepastian bahwa sumber ledakan bukan dari gas bumi setelah tim turun ke lokasi kejadian.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, katanya, meteran gas ditemukan masih bagus dan tidak adanya kebocoran pipa yang ditemukan di lokasi.

Laporan Tim Penanganan Gangguan PGN memastikan bahwa instalasi gas PGN yang tersambung dalam rumah tidak rusak.

“Semuanya telah diperiksa, tidak ada yang rusak dan bocor,” ujarnya.

Namun diakui, penyelidikan masih terus dilanjutkan dengan kawalan aparat keamanan untuk memastikan penyebab ledakan.

“Sesuai SOP, PGN menutup sementara aliran gas dan saat ini polisi juga tengah melakukan olah tempat kejadian perkara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gas bumi bersifat lebih ringan dari udara sehingga apabila terjadi kebocoran, gas bumi itu tidak akan memenuhi ruangan.

Apalagi, dilihat di lapangan rumah tersebut banyak ventilasi udaranya.

“Karena lebih ringan dari udara, saat ada kebocoran maka gas akan terbang ke udara dan keluar lewat ventilasi yang ada, ” katanya.

Hasil dari pantauan di lapangan, di ruko Jalan Kriung No 3 D terlihat ada empat tabung gas ukuran 3 kg, dan 1 tabung gas ukuran 12 kg. Salah satu tabung gas diduga bocor karena masih ditutupi oleh kantong plastik.(ara/ziz)

Loading...

baca juga