Sepuluh Posko Siaga 24 Jam, Surabaya Tingkatkan Respons Darurat

Sepuluh Posko Siaga 24 Jam, Surabaya Tingkatkan Respons Darurat

Surabaya,(DOC) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat strategi mitigasi bencana dengan menempatkan kesadaran individu sebagai pilar utama dalam menjaga keselamatan kota. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemkot menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab setiap warga.

Bacaan Lainnya

Kepala BPBD Surabaya, Irvan Widyanto, menekankan bahwa kesiapan menghadapi bencana harus di mulai dari diri sendiri.

“Kesadaran bencana adalah kesadaran individu. Setiap warga harus tahu apa yang harus di lakukan ketika peristiwa bencana terjadi,” ujar Irvan, Rabu (11/12/2025).

Ia memberikan contoh sederhana. Saat terjadi cuaca ekstrem, warga yang sadar risiko tidak akan berteduh di bawah pohon atau papan reklame, tetapi mencari bangunan permanen atau menunda aktivitas di jalan.

“Ini tindakan mitigasi yang paling konkret,” imbuhnya.

Menurut BPBD, potensi ancaman yang perlu di waspadai di Surabaya bukan hanya bencana besar. Angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang, gempa bumi, cuaca ekstrem, dan kebakaran menjadi tiga potensi yang paling rutin di antisipasi.

Untuk itu, edukasi mitigasi di lakukan secara kolaboratif bersama sejumlah OPD. Program Satuan Pendidikan Siaga Bencana menjadi salah satu upaya besar yang menjangkau siswa dari PAUD hingga SMP, baik negeri maupun swasta. Edukasi juga di perluas melalui kerja sama lintas dinas, termasuk DLH, DSDABM, DPKP, Satpol PP, hingga Disperkim untuk memastikan lingkungan terjaga dan bangunan sekolah atau pesantren dalam kondisi aman.

“Inisiatif terbaru bahkan menyasar seluruh pondok pesantren. DLH mengajarkan pengelolaan sampah, DSDABM fokus kepada saluran air, dan Disperkim memeriksa konstruksi bangunan,” jelas Irvan.

Tingkatkan Layanan Kedaruratan

Selain edukasi, BPBD juga meningkatkan layanan kedaruratan. Call Center 112 menjadi saluran utama pengaduan, di lengkapi layanan WhatsApp 081131112112 untuk laporan cepat. Pemkot Surabaya juga menambah posko terpadu yang kini berjumlah sepuluh titik dan siaga 24 jam di seluruh penjuru kota.

Baca Juga:  9 Imbauan Pemkot Surabaya Jelang Idulfitri 1446 H Melalui Surat Edaran

Lokasi posko tersebut tersebar di Surabaya Timur (Park & Ride Arif Rahman Hakim), Surabaya Utara (Terminal Kasuari), Surabaya Pusat (Simpang Dukuh–Genteng Besar), Wiyung, Mastrip, Kedurus, Kedung Cowek, Jemursari (Kantor BPBD), Dukuh Pakis, Surabaya Selatan, dan Surabaya Barat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti, menambahkan bahwa mitigasi tidak hanya soal peralatan dan posko, tetapi juga kekuatan gotong royong.

Ia mencontohkan mitigasi genangan air. Warga perlu menyiapkan dokumen penting, membersihkan saluran air, dan menjaga lingkungan. “Gotong royong adalah mitigasi yang sangat efektif,” ujarnya.

Linda juga mengingatkan pentingnya disiplin berlalu lintas sebagai bagian dari kesadaran darurat. Banyak insiden kerugian yang bermula dari kelalaian sederhana di jalan raya.

“Partisipasi aktif warga adalah kunci dalam setiap upaya mitigasi,” pungkasnya. (r6)

Pos terkait