Setneg Turun ke Sekolah, CPNS Dilibatkan dalam Misi Pendidikan

Setneg Turun ke Sekolah, CPNS Dilibatkan dalam Misi Pendidikan
Setneg Turun ke Sekolah, CPNS Dilibatkan dalam Misi Pendidikan

Bogor,(DOC) – Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), resmi meluncurkan program Setneg ke Sekolah (SKS).

Inisiatif ini di rancang untuk memperkuat pendidikan dasar dan menengah di Indonesia, dengan fokus pada penanaman nilai kebangsaan, pembentukan karakter, serta pengembangan kompetensi siswa.

Bacaan Lainnya

Program SKS di awali dengan kegiatan pembekalan yang berlangsung pada 16–20 Juni 2025. Kegiatan ini di pusatkan di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Banten.

Dalam pelaksanaannya, SKS menjadi wujud nyata sinergi antar-kementerian yang berkomitmen mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara merata.

Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Putra Asga Elevri, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Menurutnya, kerja sama antara Kemensetneg dan Kemendikdasmen mencerminkan semangat gotong royong nasional dalam memperkuat pendidikan Indonesia.

“Dengan saling berbagi sumber daya, pengetahuan, dan komitmen, kita berharap tercipta sistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berdaya saing. Para peserta di harapkan dapat mendukung kegiatan operasional sekolah sekaligus menjadi inspirasi bagi guru dan siswa,” ujar Asga.

386 CPNS Siap Terjun ke Sekolah

Sebanyak 386 CPNS dari Kemensetneg ambil bagian dalam program ini. Mereka terbagi menjadi dua kelompok: 278 orang mengikuti pembekalan di Banten, dan 108 lainnya di Pusat Pengembangan Kompetensi ASN Setneg di Cipete, Jakarta Selatan.

Para peserta akan mendampingi guru utama di jenjang SD, SMP, dan SMA selama enam bulan ke depan. Peran mereka tidak hanya administratif, tapi juga edukatif.

Selama pembekalan, peserta di bekali dengan beragam materi. Topik yang di bahas antara lain pengantar pedagogi, perkembangan peserta didik, pembelajaran berbasis teknologi (Society 5.0), growth mindset, pendidikan inklusif, serta pembentukan karakter melalui modul “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.”

Baca Juga:  Pendidikan Dasar Jadi Fokus Program KREASI, Sasar 8 Kabupaten di 4 Provinsi

Materi di sampaikan oleh para ahli, mulai dari guru berpengalaman, dosen, hingga praktisi pendidikan berbasis teknologi.

Para CPNS di harapkan mengikuti program ini dengan sungguh-sungguh dan mampu mengimplementasikan ilmu yang di peroleh di sekolah masing-masing.

Tujuannya bukan hanya membantu operasional, tetapi juga berkontribusi terhadap kualitas pembelajaran dan suasana positif di sekolah. (r6)

Pos terkait