Setya Novanto Kaget Idrus Marham Jadi Tersangka Suap Proyek PLTU Riau-1

Jakarta (DOC) – KPK memeriksa mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Johannes B Kotjo.

“Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka JBK (Johannes B Kotjo),” kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, Senin (27/8/2018).

Setya Novanto tiba di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, pukul 09.18 WIB. Dia datang mengenakan kemeja putih.

Sambil memasuki lobi KPK, dia sempat bicara soal kasus e-KTP. Menurutnya, kasus e-KTP belum selesai.

“(Kasus) e-KTP belum selesai. Mendagri, Bu Diah (eks Sekjen Kemendagri, Diah Anggraeni), Badan Anggaran. (Bakal kena?) Iya dong,” kata Setya Novanto.

Soal kasus dugaan suap PLTU Riau-1, Setya Novanto mengaku tak tahu karena dia sudah di dalam tahanan. Meski demikian, dia tahu kalau Idrus Marham, yang merupakan Sekjen Golkar saat dia menjabat sebagai Ketum Golkar telah menjadi tersangka.

“Tahu (Idrus jadi tersangka). Cukup kaget juga ya. Dia orang pekerja keras,” ucap Novanto.

Meski begitu, Setya Novanto mengaku tak tahu soal kasus PLTU Riau-1 karena sudah berada di penjara.

“Nggak ada saya (tahu) itu. Kan saya sudah masuk (penjara),” ujarnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 3 orang tersangka, yaitu Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, pengusaha Johannes B Kotjo dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) pada 13 Juli 2018 lalu. KPK menangkap Eni Saragih saat dia berkunjung ke rumah Idrus.

Pasca OTT, KPK menetapkan 2 tersangka yakni Eni dan Johannes. Eni diduga menerima suap dari Johannes, selaku pemegang saham Blackgol Natural Resources Limited, terkait proyek PLTU Riau-1.

Setelah melakukan pengembangan, KPK kemudian menetapkan Idrus sebagai tersangka. Dia diduga menerima janji yang sama dengan Eni, yakni USD 1,5 juta dari Johannes jika proyek PLTU Riau-1 dikerjakan perusahaan Johannes.(dtc/ziz)