Surabaya,(DOC) – KPU Kota Surabaya tampaknya benar – benar berusaha agar Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota, tidak saja tampak menyenangkan tapi ada di dalam genggaman masyarakat Kota Surabaya. Hal ini dilakukan dengan melakukan launching 6 (Enam) dari 8 (Delapan) aplikasi pemenang #PahlawanMuda Apps Challenge Pilwali Surabaya tahun 2015 Code for Vote 3.0
Setelah berjibaku dengan 25 (Dua Puluh Lima) dari 50 (Lima Puluh Sembilan) aplikasi yang masuk, maka KPU Kota Surabaya bersama – sama dengan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Gerdhu, SUWEC, Suara Surabaya, dan Merdeka.com memilih 8 (Delapan) Pemenang, yaitu 1 (Satu) dari kategori Crowd Sourcing, 2 (Dua) dari kategori Disabilitas, 1 (Satu) dari kategori Perempuan, 2 (Dua) dari kategori Permainan dan 2 (Dua) dari kategori Pemantauan.
Perlombaan Pahlawan Muda Apps Challenge yang diselenggarakan tidak jauh dari momen hari pahlawan adalah perlombaan yang pertama kali dilaksanakan oleh KPU Daerah di Indonesia. Dalam hal ini, upaya peningkatan transparansi oleh KPU Kota Surabaya mendapat sambutan positif dari kelompok developer dan IT programmer, dengan kurang lebih 125 orang dalam 59 tim orang yang berpartisipasi memperebutkan juara satu dan dua di setiap kategori. Hal ini terjadi bisa jadi dikarenakan kali pertama penyelenggara pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah melakukan engagement dengan IT developer dan melakukan program open data dengan membuka data-data public terkait pemilu.
.“Sunlight is the best desinfectant, sinar matahari adalah pembersih bakteri terbaik. Sehingga transparansi dan keterbukaan yang dibangun oleh KPU Kota Surabaya terkait data-data Pilwali dapat memicu penyelenggaraan pilkada yang lebih baik , bersih dan jujur dan membantu pemilih untuk mendapatkan berbagai informasi terkait dengan penyelenggaraan Pilwali Kota Surabaya nantinya. Melalui bantuan kawan-kawan dari kelompok developer dan IT Programmer kami juga berharap inovasi-inovasi yang dilakukan dalam melakukan pendidikan pemilih dapat menjadi lebih menarik dan edukatif bagi masyarakat luas terutama kelompok muda pengguna gawai” ujar Titi Anggraini, Direktur Eksekutif Perludem.
“Bagi kami, keberadaan aplikasi – aplikasi ini menunjukkan bahwa partisipasi tidak semata – mata kehadiran Pemilih di TPS, tetapi juga keterlibatan masyarakat di dalam proses penyelenggaraan Pemilihan, dalam hal ini Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah” Ujar Purnomo S. Pringgodigdo SH., MH. Komisioner Divisi Hukum dari KPU Kota Surabaya
“Di sisi yang lain, dengan digunakannya data, atau informasi penyelenggaraan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya kami hendak menunjukkan akuntabilitas penyelenggaraan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya, termasuk komitmen kami atas terhadap keterbukaan informasi publik” tambah Purnomo
Aplikasi keterbukaan informasi ini merupakan wujud dari partisipasi Komisi Pemilihan Umum Daerah khususnya KPU Kota Surabaya dalam mensukseskan gerakan transparansi dan data terbuka (open data) di Indonesia. Open data sendiri adalah konsep dimana data-data public dapat terbuka dalam format yang memudahkan pengguna dan masyarakat luas untuk menggunakan, mengolah dan mendistribusikan kembali. Momentum Pilkada Serentak ini dinilai penting untuk menciptakan inovasi-inovasi dan terobosan dalam hal penyediaan akses dan keterbukaan informasi sebagai acuan dalam Pilkada serentak berikutnya. Perlombaan aplikasi ini terbukti dapat meningkatkan partisipasi masyarakat terutama programmer dan IT developer dalam membantu penyelenggara pemilu menyediakan informasi seluas-luasnya bagi masyarakat melalui akses informasi teknologi. Diharapkan peluncuran aplikasi ini juga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat kota Surabaya dalam pemilihan Walikota Surabaya nantinya.(McK/r7)