Sensasi Berburu Karakter Ala Pokémon GO Hadir di Kebun Raya Mangrove Surabaya Lewat Game ‘Mangrove Throne’

Sensasi Berburu Karakter Ala Pokémon GO Hadir di Kebun Raya Mangrove Surabaya Lewat Game 'Mangrove Throne'
Game mangrovethrone yang dikembangkan di KRM. (Foto: Dinkominfo Surabaya)

Surabaya, (DOC) – Masyarakat Surabaya, khususnya generasi muda, kini bisa merasakan keseruan menjelajahi alam terbuka sambil berburu karakter layaknya permainan populer Pokémon GO. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) merilis inovasi berbasis teknologi berupa game online berbasis web, mangrovethrone.com, yang dirancang khusus untuk dimainkan di kawasan Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya.

Inovasi interaktif ini dijadwalkan akan diluncurkan secara resmi oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, pada Sabtu (25/7/2026), bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) KRM yang ke-3.

Bacaan Lainnya

Mekanisme permainan ini memadukan konsep geolocation ala Pokémon GO dan perawatan karakter ala Tamagotchi. Pemain diwajibkan datang langsung dan berjalan menjelajahi titik-titik lokasi di KRM Surabaya untuk menemukan, mengumpulkan, hingga mempertandingkan karakter hewan endemik maupun langka.

Pengembang game mangrovethrone.com, David Hermansyah, menjelaskan bahwa konsep permainan berbasis lokasi (location-based game) ini sengaja diusung untuk memberikan pengalaman interaktif di dunia nyata. Bahkan, pemain bisa mengoleksi karakter musiman seperti kawanan burung migrasi asal Australia yang hanya muncul setiap enam bulan sekali di KRM.

“Mekanisme permainan mengadopsi konsep populer ala Pokémon GO dan Tamagotchi, yaitu mengumpulkan karakter dan merawatnya di titik-titik lokasi KRM. Karakter yang sudah ditemukan juga harus dirawat di lokasi untuk menjaga indikator kebahagiaannya. Pemain bisa saling tukar kartu karakter hingga bertarung antar-hewan dalam jarak dekat sekitar 100 meter secara nyata di lokasi,” jelas David, Rabu (22/7/2026).

David menambahkan, format web apps dipilih agar game ini inklusif dan dapat diakses dengan mudah oleh berbagai jenis gadget tanpa terkendala spesifikasi perangkat. “Kita tidak bikin aplikasi Android atau iOS karena kalau gadget-nya berbeda atau jadul, itu susah. Makanya kita bikin web apps supaya cukup akses websitenya dan bisa langsung main,” tambahnya.

Baca Juga:  Berharap PSBB Surabaya Tak Diperpanjang, Wali Kota Risma: Kalau-pun Ada Aturannya di Longgarkan

Sementara itu, Kepala Brida Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, mengungkapkan bahwa hadirnya gameberkonsep Pokémon GO ini merupakan solusi untuk mengajak anak-anak sekolah (SD, SMP, hingga SMA) agar lebih aktif bergerak di luar ruangan.

“Anak-anak kita suka main game, tapi biasanya duduk di kamar berjam-jam. Itu kan tidak sehat. Dengan permainan ini, anak-anak didorong harus bermain di luar rumah, dalam hal ini KRM yang udaranya segar dan bagus, sehingga mereka jadi lebih sehat,” ujar Agus.

Alur cerita Mangrove Throne mengangkat narasi tiga kerajaan hewan lokal, yakni Rajoboyo (Kerajaan Tahta Sungai), Ratu Sura (Kerajaan Laut), dan Pangeran Kera (Kerajaan Mangrove). Ketiga kerajaan ini mengajak pemain berkolaborasi melawan monster perwujudan masalah lingkungan, seperti sampah plastik, sampah medis, hingga polusi udara.

Selain edukasi lingkungan, game ini juga disisipi kuis pelajaran sekolah hasil kolaborasi dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya untuk meningkatkan poin kepintaran karakter hewan.

Keseruan berburu karakter ala Pokémon GO di kawasan mangrove ini dirasakan langsung oleh siswa SMPN 48 Surabaya, Iqbal Surya Pratama. Ia mengaku antusias karena harus berkeliling area KRM secara nyata untuk mendapatkan hewan yang diinginkan.

“Seru permainannya, bisa keliling KRM dan dapat hewan yang macam-macam. Nanti mau ke sini lagi dan coba main supaya bisa dapat Ular Cobra. Saya baru tahu kalau di lingkungan mangrove ternyata ada Cobranya,” ungkap Iqbal.

Proses pengembangan game ini memakan waktu sekitar tiga bulan dan akan terus diperbarui dengan fitur leaderboard serta variasi karakter baru. Ke depannya, model permainan interaktif berbasis lokasi ini juga berpotensi direplikasi di destinasi edukasi Surabaya lainnya, seperti Kebun Binatang Surabaya (KBS) hingga kawasan Kota Tua.

Pos terkait