D-ONENEWS.COM

Sidang Eksepsi Kasus Jasmas Hanya Dibacakan Salah satu Kuasa Hukum Terdakwa

Foto: suasana sidang eksepsi Jasmas 2016 Di PN Tipikor Surabaya

Surabaya,(DOC) – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya kembali menggelar sidang kedua atas dua terdakwa mantan anggota DPRD Surabaya periode 2014 – 2019, Sugito dan Darmawan.

Sidang kedua dengan agenda pembacaan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan yang telah dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjung Perak pada sidang pertama.

Sidang pembacaan eksepsi dari pihak dua terdakwa Sugito dan Darmawan digelar pada pukul 11.50 WIB, Selasa(12/11/2019).

Sugito dan Darmawan didakwa melanggar pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomer 31 tahun 2019 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2011 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Terdakwa Sugito dan Darmawan dianggap turut serta melakukan dengan tujuan menguntungkan diri sendiri dan orang lain atau suatu korporasi menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, untuk terdakwa Sugito, negara dirugikan sebesar Rp 1.137.443.886,24

Sedangkan terdakwa Darmawan sebesar Rp 1.211.480.130,74.

Sidang dengan agenda pembacaan eksepsi atau nota pembelaan tersebut berlangsung sekitar 20 menit.

Cepatnya sidang tersebut dikarenakan hanya penasehat hukum dari terdakwa Darmawan yang membacakan nota pembelaan atau eksepsi.

Sedangkan dari pihak terdakwa Sugito enggan membacakan namun memberikan nota pembelaannya.

Saat membacakan eksepsi, penasehat hukum dari Darmawan mempermasalahkan kejanggalan terkait masa penahanan yang dilakukan oleh jaksa Kejari Tanjung Perak.

“Kabur, tidak cermat, tidak jelas penahanan. Tidak ada pemberitahuan dari jakaa ke terdakwa dan keluarganya,” jelas penasehat hukum Darmawan.

Usai membacakan eksepsi, majelis hakim yang diketua hakim Hisbullah Idris memberikan kesempatan kepada jaksa penuntut umum dari Kejari Tanjung Perak Ugik Ramantyo untuk memberikan tanggapannya.

“Terima kasih kepada terdakwa saudara Sugito dan saudara terdakwa Darmawan, kami belum bisa memberikan tanggapan, kami minta waktu satu minggu,” ungkap Ugik.

Mendapat jawaban dari JPU, ketua majelis hakim yang diketua Hisbullah Idris seketika memperjelasnya.

“Satu minggu ya, hari selasa tanggal 19 ya. Jaksa Penunyut Umum akan menanggapi eksepsi dari terdakwa Sugito dan Darmawan,” pungkas Hisbullah Isris lantas mengetukkan palunya tanda mengakhiri persidangan.(r7)

Loading...