Siswa Curhat Rindu Ayah, Cak Eri Datang Langsung ke Rumah

Siswa Curhat Rindu Ayah, Cak Eri Datang Langsung ke Rumah

Surabaya,(DOC) – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengunjungi rumah Moh Antonio Saputra, siswa kelas 5 SDN Sawunggaling 1, di Jalan Gunungsari I Trem, Kamis sore. Kunjungan ini di lakukan setelah Antonio menyampaikan kerinduannya terhadap sang ayah dalam acara Penguatan Anak dan Orang Tua beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Di dampingi Ketua TP PKK Rini Indriyani dan Kepala Dinas Pendidikan Yusuf Masruh, Wali Kota Eri ingin bertemu langsung dengan keluarga Antonio untuk mendengar cerita mereka lebih dalam.

“Antonio bilang ia ingin ngobrol dengan ayahnya, tapi takut tidak di respons. Setelah kami telusuri, ternyata ayahnya memang sering pergi karena bekerja sebagai sopir truk luar kota,” ujar Cak Eri.

Fakta bahwa keluarga Antonio sudah berpisah dan sang ayah, Agung Wibowo, hanya punya waktu 3–4 jam di rumah sebelum kembali berangkat kerja membuat Wali Kota Eri trenyuh. Apalagi, Antonio tinggal bersama tantenya yang juga harus bekerja, sementara kebutuhan sekolah Antonio di topang oleh perhatian gurunya.

Solusi Langsung

Tak tinggal diam, Cak Eri langsung menawarkan solusi konkret, yakni pekerjaan di Surabaya untuk Agung, agar bisa lebih dekat dengan anak-anaknya. Selain itu, tante Antonio akan di bantu membuka usaha warung kopi (warkop) dengan dukungan modal dari Pemkot.

“Membangun Surabaya tak bisa saya lakukan sendiri. Tapi jika semua warga peduli, seperti gurunya Antonio yang sampai menjemput dan membangunkan dia sekolah, itulah kekuatan sesungguhnya,” tegasnya.

Cak Eri kembali mengajak warga Surabaya untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan gotong royong. Menurutnya, gerakan sosial seperti ini bisa berjalan bukan hanya karena APBD, tapi karena banyak warga Surabaya yang siap membantu sesama.

“Kalau ada warga yang kesusahan, kita bantu. Jangan cuma melihat jabatan atau status. Mari bangun kota ini dengan kekeluargaan,” katanya.

Baca Juga:  Surabaya Siaga Cuaca Ekstrem, BPBD All Out

Agung, ayah Antonio, menyambut baik tawaran pekerjaan itu. Ia mengakui bahwa pekerjaannya sebagai sopir truk membuatnya jauh dari anak-anaknya.

“Anak saya kangen. Kalau bisa kerja di Surabaya, saya mau. Biar nggak jauh-jauh,” ujar Agung dengan haru. (r6)

Pos terkait