D-ONENEWS.COM

Siswa SMP di Surabaya Akan Sekolah Lagi, Pemkot Akan Simulasikan Protokol Kesehatannya

Foto: Kabag Humas Surabaya

Surabaya,(DOC) – Para siswa SMP di Surabaya yang selama empat ini belajar  di rumah melalui media daring, akan kembali belajar dengan sistem tatap muka di sekolah.

Rencana Pemkot Surabaya memperbolehkan sekolah tatap muka ini, merupakan upaya meminimalisir para siswa SMP yang banyak keluar rumah di malam hari, untuk bersepeda atau hanya sekedar nongkrang.

Keluar pada malam hari, dianggap sangat rawan bagi para siswa tertular Covid-19.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menjelaskan, dibukanya kembali belajar tatap muka di sekolah hanya untuk para siswa SMP saja.

Itupun Pemkot akan melakukan simulasi terlebih dahulu dalam menerapkan protokol kesehatan di sekolah.

“Kita akan sterilisasikan dulu gedungnya dan melakukan simulasi penerpan protokol kesehatannya. Kalau memungkinkan maka bisa dibuka lagi,” ungkap Febri.

Selain itu, Pemkot juga akan mensurvey sekolah yang bisa dibuka atau tidak dengan melihat daerahnya, apakah masuk kategori zona merah pandemi Covid-19 atau tidak.

“Jadi sekolah yang berada di kawasan zona merah, kita masih tahan dulu. Begitu juga asal siswanya, juga akan di survey asal daerahnya. Kalau semua sudah berjalan, maka siswa boleh belajar di sekolah,” tandasnya.

Begitu juga dengan tenaga pengajarnya yang harus dipastikan sehat dari Covid-19.

“Mungkin mereka harus menjalani rapid test atau swab untuk tenaga pendidiknya. Atau siswa yang berasal dari kawasan zona merah,” tandas Febri.

Bagi siswa yang tidak diperbolehkan masuk sekolah, kata Febri, mereka bisa belajar melalui televisi, karena Pemkot Surabaya akan bekerjasama dengan stasiun televisi swasta.(div)

Loading...

baca juga