Siswa SMP Islam Al Azhar 13 Surabaya Raih Emas Internasional Berkat Robot Pendeteksi Korban Bencana

Siswa SMP Islam Al Azhar 13 Surabaya Raih Emas Internasional Berkat Robot Pendeteksi Korban Bencana
Lima siswa Al Azhar 13 Surabaya saat menunjukan inovasinya. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC) – Inovasi teknologi berbasis kemanusiaan mengantarkan lima siswa SMP Islam Al Azhar 13 Surabaya meraih medali emas (Gold Medal) dalam ajang internasional Indonesia Inventors Day (IID) 2026.

Mereka adalah Nismara Rukmi Shadina (Ketua Tim), Alzena Kayla Prajatara, Ameera Maylova Danesha Athaya, Keyaan Anargya Afrianto, dan Airlangga Arkananta Rasendriya.

Bacaan Lainnya

Melalui tim Stay Aware, mereka berhasil menciptakan prototipe robot pendeteksi korban bencana bernama A.W.A.R.E BOT (Advanced Warning and Rescue).

Kompetisi bergengsi yang berlangsung pada 3–6 Oktober 2026 di SMESCO Indonesia, Jakarta tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai negara, seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Tim Stay Aware sukses menyabet juara pada kategori IoT and Applications untuk kelompok usia 13–15 tahun.

Ketua tim Stay Aware, Nismara Rukmi Shadina, menjelaskan bahwa A.W.A.R.E BOT dirancang khusus untuk membantu tim Search and Rescue (SAR) mendeteksi titik keberadaan korban yang tertimbun reruntuhan atau berada di area yang sulit dijangkau manusia.

“Saat terjadi bencana seperti bangunan runtuh, korban sering kali sulit ditemukan karena tertimbun material. Kami mengembangkan A.W.A.R.E BOT untuk membantu tim SAR mendeteksi keberadaan mereka menggunakan sensor canggih, sehingga proses pencarian dan penyelamatan bisa lebih cepat serta akurat,” ujar Nismara, Selasa (13/10/2026).

Dilengkapi Sensor Termal dan Radar

Robot pintar ini dibekali sejumlah teknologi canggih, seperti sensor termal untuk mengukur suhu tubuh, sensor radar guna mendeteksi pergerakan atau tanda kehidupan manusia, serta kamera pemantauuntuk melihat kondisi nyata di lapangan.

Seluruh data dari robot dikirim secara real-time ke sistem kendali (dashboard) yang dioperasikan oleh petugas dari jarak jauh. Saat ini, radius jelajah prototipe A.W.A.R.E BOT mencapai 30 hingga 50 meter.

Tak berhenti di situ, tim juga berencana menambahkan fitur ruang penyimpanan darurat pada pengembangannya kelak.

Baca Juga:  Hadirkan Robot Polisi di HUT Bhayangkara 2025, Ini Alasan Polri

“Ke depan, kami ingin menambahkan kompartemen untuk membawa perlengkapan pertolongan pertama (first aid kit), serta makanan dan minuman darurat. Jadi, korban bisa mendapatkan bantuan awal sembari menunggu proses evakuasi oleh petugas,” tambah Nismara.

Secara teknis, A.W.A.R.E BOT digerakkan oleh sistem mikrokontroler Arduino dengan pemrograman (coding) yang dirancang sendiri oleh para siswa. Meski komponen seperti sensor dibeli secara daring, perakitan fisik, pengintegrasian sistem, hingga pengujian dilakukan mandiri oleh tim.

Nismara mengakui, salah satu tantangan terbesar dalam pembuatan robot ini terletak pada biaya komponen sensor radar yang cukup mahal serta proses penyelarasan sensor.

“Kami belajar merakit dan membuat pemrogramannya sendiri. Karena masih berupa prototipe, fokus kami selanjutnya adalah meningkatkan akurasi sensor dan memperluas jarak operasionalnya,” jelasnya.

Konsisten Berinovasi untuk Kemanusiaan

Capaian di tahun 2026 ini memperpanjang rekam jejak prestasi tim Stay Aware. Pada 2025 lalu, mereka juga sukses merancang A.W.A.R.E JACKET, yakni jaket pintar berfitur GPS dan pemantau sudut tubuh untuk mendeteksi kecelakaan kerja pada pekerja konstruksi.

Peralihan dari jaket pintar ke robot penyelamat ini membuktikan konsistensi para siswa SMP Islam Al Azhar 13 Surabaya dalam mengembangkan teknologi yang berfokus pada keselamatan jiwa (life-saving technology).

“Medali ini tentunya menjadi pemantik semangat untuk terus mematangkan inovasi mereka agar kelak dapat diaplikasikan secara nyata oleh tim SAR di lapangan,” tandasnya.

Lewat karya A.W.A.R.E BOT, generasi muda Surabaya ini membuktikan bahwa penguasaan teknologi sejak dini mampu memberikan solusi nyata bagi persoalan kemanusiaan.

Pos terkait