Wali Kota Eri Vicall Orang Tua Anak Saat Sweeping Jam Malam: “Sudah Pamit Belum, Bu?”

Wali Kota Eri Vicall Orang Tua Anak Saat Sweeping Jam Malam: “Sudah Pamit Belum, Bu?”Surabaya,(DOC) – Momen unik terjadi saat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memimpin kegiatan sweeping jam malam bagi anak-anak di bawah usia 18 tahun, Kamis malam (3/7/2025). Dalam patroli itu, Eri melakukan video call (Vicall) langsung ke orang tua remaja yang kedapatan nongkrong larut malam.

Sweeping Dimulai, Anak Nongkrong Ditemukan di Taman Wisata Nambangan

Patroli malam dimulai dari Jalan Wonokusumo dan berlanjut ke bawah Jembatan Suramadu. Rombongan kemudian menyusuri Jalan Kedung Cowek dan berhenti di depan Taman Wisata Nambangan. Di lokasi tersebut, Eri menemukan enam remaja yang asyik nongkrong, meski waktu telah menunjukkan pukul 23.30 WIB.

Bacaan Lainnya

Beberapa dari mereka masih berstatus pelajar. Bahkan, ada yang belum memiliki KTP meski telah berusia 18 tahun. Eri langsung menegur mereka dan menanyakan asal daerah serta identitas.

“Umur 18 kok belum buat KTP? Di Balai RW itu bisa ngurus sendiri,” kata Eri dengan nada tegas tapi tetap santun.

Video Call ke Orang Tua: “Bu, Putra Panjenengan Nongkrong di Jalan”

Setelah berdialog, Eri menanyakan apakah mereka sudah pamit ke orang tua. Saat salah satu remaja menjawab belum, Eri langsung meminta mereka menghubungi orang tuanya via telepon.

Momen haru dan unik pun terjadi ketika Eri berbicara langsung melalui Vicall dengan ibu salah satu anak tersebut.

“Bu, kulo ningali putrane njenengan kok cangkruk nang pinggir embong. Wes pamit nopo dereng?” tanya Eri, memastikan anak itu keluar dengan izin.

Tak hanya itu, Eri juga menelepon ayah remaja lainnya. Ia ingin memastikan bahwa orang tua tahu keberadaan anak-anak mereka.

“Pak, putrane njenengan sampun pamit nopo dereng? Titip ya, putrane dijaga,” ujar Eri kepada sang ayah.

Minuman Dibayari, Pedagang Dipesan Bantu Awasi Anak-Anak

Surabaya Berlakukan Jam Malam Anak, Wali Kota Turun Gelar SweepingSetelah berdialog dengan para orang tua, Wali Kota Eri memberi pesan penting kepada para remaja agar tidak pulang larut malam lagi. Ia juga menegaskan peran pedagang kopi di pinggir jalan untuk ikut menjaga lingkungan.

Baca Juga:  450 CJH Asal Surabaya di Berangkatkan, Wali Kota Eri: Saya Titip Doa Untuk Surabaya

“Kalau ada anak-anak nongkrong malam, tanya KTP-nya. Kalau belum cukup umur, minta pulang jam 10 malam ya,” ujarnya kepada pedagang.

Tak lupa, Eri membayar seluruh minuman yang dikonsumsi para remaja sebagai bentuk pendekatan humanis.

“Sudah bayar belum ini? Tak bayari semua,” katanya sambil tersenyum.

Pesan Moral: Bukan Menghukum, Tapi Memberi Kasih Sayang

Sebelumnya, Eri juga sempat menghampiri warung kopi di Jalan Wonosari dan menyampaikan pesan yang sama. Ia meminta pemilik warung ikut menjaga anak-anak dengan tidak melayani mereka hingga larut malam.

Kegiatan sweeping ini merupakan implementasi dari Surat Edaran Wali Kota Surabaya Nomor 400.2.4/12681/436.7.8/2025 tentang pembatasan jam malam bagi anak.

“Pembatasan ini bukan mengekang, tapi melindungi. Kalau kegiatan positif, orang tua wajib mendukung. Tapi kalau negatif, wajib mencegah,” tegas Eri.

Ia juga mengajak semua pihak, termasuk Satgas RW dan masyarakat, untuk bersama-sama menjaga generasi muda dari pengaruh buruk malam hari.(r7)

Pos terkait