Lumajang,(DOC) – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang kembali menggelar program Dokter Muter, kali ini menyambangi warga Dusun Bakah, Desa Sawaran Lor, Kecamatan Klakah, yang berada di lereng Gunung Semeru.
Program layanan kesehatan keliling ini di sambut antusias warga yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas kesehatan karena kondisi geografis. Mobil layanan yang di lengkapi peralatan medis dasar harus menempuh jarak sekitar 12 kilometer dari Puskesmas Klakah dengan medan yang terjal dan sempit, hanya selebar satu mobil.
Setibanya di lokasi, tim medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan bidan, segera membuka pos layanan dan mengoperasikan genset untuk menghidupkan peralatan medis. Layanan kesehatan yang di berikan meliputi pemeriksaan umum, pemeriksaan gigi, konsultasi gizi, laboratorium sederhana, USG untuk ibu hamil, hingga layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Warga Bersyukur, Pemeriksaan Gratis
Ibu Siti, warga Dusun Bakah, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Dokter Muter. Ia mengeluhkan sakit kepala dan tekanan darah tinggi.
“Saya periksa karena kepala pusing, tadi di tensi dan di kasih obat. Katanya harus kurangi makan asin. Dulu kalau sakit harus jalan jauh ke Puskesmas, kadang nggak punya ongkos,” ujarnya, Kamis (3/7/2025).
Hal senada di sampaikan Sulistiawati, ibu hamil tujuh bulan yang juga memanfaatkan layanan ini.
“Saya periksa kandungan, USG juga. Dapat obat dan vitamin gratis. Alhamdulillah nggak perlu ke Puskesmas yang jauh,” katanya.
Sasar Wilayah Terpencil
Ketua Pokja Pelayanan Kesehatan Primer Dinkes P2KB Lumajang, Marfuah, menjelaskan bahwa program Dokter Muter kali ini melayani sekitar 50 warga. Menurutnya, sejak di luncurkan pada 2020, program ini memang menyasar wilayah-wilayah terpencil yang sulit di jangkau.
“Kami ingin memastikan layanan kesehatan merata dan menjangkau semua lapisan masyarakat, termasuk di pelosok,” terang Marfuah.
Ia menambahkan, setiap tahun Dokter Muter menjangkau sekitar 50 titik yang tergolong daerah dengan akses terbatas di Kabupaten Lumajang.
“Komitmen kami jelas: tidak boleh ada warga yang tertinggal dalam pelayanan kesehatan hanya karena tinggal jauh dari puskesmas,” pungkasnya.(imam)





