D-ONENEWS.COM

SSC: Ada Potensi Khofifah dan Risma Bertarung di Pilgub Jatim

Surabaya, (DOC) – Lembaga Surabaya Survey Center (SSC) merilis hasil survei elektabilitas sosok potensial untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2024, petahana Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Sosial Tri Rismaharini jadi dua sosok teratas.

“Bu Khofifah 34,2 persen, Bu Risma 18,4 persen,” kata Direktur SSC Mochtar W Oetomo di Surabaya, Rabu.

Menurutnya, jika Khofifah dan Risma nantinya masuk sebagai kontestan di Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2024 kondisi pertarungan politik bakal berjalan sengit, karena selain sama-sama menjadi representasi pemimpin perempuan, mereka juga mewakili kaum nasionalis dan Nahdliyin.

“Saya rasa akan seperti pertarungan antara merah dan hijau secara ideologi Bu Risma mewakili kaum nasionalis, sementara Bu Khofifah mewakili kaum Nahdliyin,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mochtar juga menyebut munculnya Risma dalam hasil survei bursa Gubernur Jawa Timur disebabkan adanya pergeseran ideologi dan kekuatan politik di Jawa Timur.

“Sebelum Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 Jawa Timur kuat hijaunya tetapi pada Pemilu 2019 ada pergeseran meski belum tebal tetapi merah mulai kuat,” ujarnya.

“Kalau diakumulasikan partai-partai merah atau nasionalis dengan hijau maka lebih tinggi partai-partai merah,” imbuh dia.

Kendati demikian potensi pertarungan Khofifah dan Risma di pemilihan gubernur tahun depan masih minim terjadi, sekalipun survei dari lembaga pimpinannya menyatakan keduanya berada di posisi teratas persoalan elektabilitas di Jawa Timur.

“Saya rasa masih jauh karena tergantung hasil pilpres, peta koalisi pilpres akan berubah. Sekarang koalisi ada tiga, bisa jadi setelah pilpres menjadi satu atau dua,” ucapnya.

Dia menambahkan masih banyak beragam kemungkinan yang bisa terjadi menjelang perhelatan pesta demokrasi yang digelar secara serentak tahun depan.

Bahkan kata dia jika mengacu pada nalar politik, Khofifah dan Risma juga bisa maju sebagai pasangan Bakal Calon Gubernur dan Bakal Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, namun salah satu diantarannya harus rela meredam ego kekuasaan.

“Secara nalar politik dimungkinkan tetapi nalar psikologi politik sulit, penempatan mereka sama-sama di posisi satu, sulit mengharapkan salah satu mengalah jadi nomor dua,” ucap Mochtar.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC dilaksanakan sejak tanggal 25 Juli sampai 3 Agustus 2023, di 38 kabupaten dan kota se-Jawa Timur dengan mengambil 1.200 responden menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

Berikut elektabilitas figur yang masuk dalam bursa Cagub Jatim menurut SSC:

1. Khofifah Indar Parawansa 34,2 persen.

2. Tri Rismaharini 18,4 persen.

3. Emil Dardak 11,5 persen.

4. Eri Cahyadi 6,7 persen.

5. Anwar Sadad 5,5 persen.

6. Saifullah Yusuf 4,2 persen.

7. Puti Guntur Soekarno 2,8 persen.

8. Abdul Halim Iskandar 1,8 persen.

9. M Sarmuji 1,5 persen.

10. Achmad Fauzi 1,5 persen.

11. Thoriqul Haq 1,5 persen.

12. Hanindhito 1,2 persen.

13. Budi Kanang 0,8 persen.

14. Said Abdullah 0,8 persen.

15. Badrut Tamam 0,5 persen.

Lainnya 0,9 persen dan tidak tahu/tidak menjawab 6,2 persen. (r6)

Loading...

baca juga