Lumajang (DOC) – Stok darah golongan O di Kabupaten Lumajang dilaporkan menipis menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Saat ini persediaan darah O di PMI Lumajang hanya tersisa 52 kantong, jauh di bawah standar stok aman yang seharusnya mencapai sekitar 100 hingga 120 kantong.
Kabag Humas dan Pelayanan PMI Lumajang, Trio Abdul Wahab, mengatakan bahwa kondisi tersebut terjadi akibat meningkatnya kebutuhan darah dari sejumlah rumah sakit dalam beberapa waktu terakhir.
“Untuk stok saat ini, golongan darah A ada 80 kantong, golongan B 120 kantong, golongan AB 40 kantong, dan golongan O tinggal 52 kantong. Padahal standar stok aman untuk golongan darah O minimal sekitar 100 kantong,” ujarnya.
Menurut Trio, pihak PMI sebenarnya telah mengantisipasi kebutuhan darah menjelang Lebaran sejak sebelum memasuki bulan Ramadan. Namun lonjakan permintaan dari rumah sakit membuat stok darah O menurun cukup signifikan.
“Memang ada lonjakan kebutuhan dari rumah sakit, khususnya untuk golongan darah O. Di satu sisi kebutuhan paling banyak adalah golongan darah O, meskipun pendonornya juga sebenarnya paling banyak,” jelasnya.
Ia menegaskan, kondisi tersebut berpotensi mengganggu pelayanan pasien di rumah sakit apabila tidak segera diantisipasi.
“Kalau kita tidak terus mengupayakan penambahan stok, tentu akan sangat mengganggu pelayanan. Karena ketika ada pasien yang membutuhkan, darahnya tidak tersedia,” katanya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, PMI Lumajang melakukan sejumlah langkah, salah satunya dengan memanfaatkan database pendonor melalui sistem SIM Donor yang dimiliki PMI.
Melalui sistem tersebut, PMI secara otomatis mengirimkan pesan melalui WhatsApp kepada para pendonor yang sudah waktunya kembali mendonorkan darahnya, khususnya bagi pendonor dengan golongan darah O.
“Kita punya database pendonor di seluruh Lumajang. Dari sistem itu akan otomatis mengirimkan informasi melalui WhatsApp bahwa stok darah O dalam kondisi kritis, sehingga kami mengimbau pendonor yang sudah waktunya donor untuk segera melakukan donor darah,” jelas Trio.
Selain itu, PMI Lumajang juga menambah pelayanan dan fasilitas bagi para pendonor selama Ramadan sebagai bentuk apresiasi.
“Untuk edisi Ramadan, kami menambah servis donor serta souvenir bagi pendonor. Biasanya pendonor mendapatkan susu, biskuit, roti, dan air mineral. Pada Ramadan ini ada tambahan sebagai bentuk apresiasi kepada para pendonor,” ujarnya.
PMI juga menyiapkan kegiatan donor darah melalui mobil unit di sejumlah titik keramaian, seperti masjid, kecamatan, maupun lokasi kegiatan masyarakat.
“Kami juga menambah kegiatan mobil unit donor darah di masjid, kecamatan, atau tempat keramaian. Biasanya kegiatan ini dilakukan setelah salat tarawih atau setelah buka puasa,” tambahnya.
PMI Lumajang berharap masyarakat, khususnya yang memiliki golongan darah O, dapat berpartisipasi aktif mendonorkan darahnya agar kebutuhan darah bagi pasien di rumah sakit tetap terpenuhi selama Ramadan hingga Idulfitri. (r6)





