
Surabaya, (DOC) – Tren masyarakat Indonesia mencari kesembuhan ke luar negeri kian tak terbendung. Malaysia kini menjadi destinasi utama bagi warga RI yang berburu opini medis kedua (second opinion) hingga pengobatan penyakit kritis. Fenomena ini tidak hanya mengubah arah perputaran ekonomi wisata medis, tetapi juga menegaskan besarnya ketergantungan pasien domestik terhadap layanan kesehatan di negara tetangga.
Tingginya antusiasme warga RI ini diakui langsung oleh Head of Marketing IHH Healthcare Malaysia, Khairul Annuar Yusof. Ia mengungkapkan bahwa pasien asal Indonesia mendominasi porsi pasien asing di jaringan mereka.
“Pasien asal Indonesia mendominasi sekitar 80 persen dari total pasien internasional yang berobat di jaringan rumah sakit IHH Healthcare Malaysia. Bahkan, kontribusi pasien Indonesia mencapai sekitar 30 persen jika dibandingkan dengan jumlah pasien domestik yang kami layani,” ujar Khairul di sela Healthcare Expo 2026 di Pakuwon Mall Surabaya, Jumat (17/7/2026).
Menurut Khairul, alasan utama warga RI rela menyeberang negara adalah untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih komprehensif, cepat, dan terpercaya. Sebagian besar pasien memburu penanganan untuk penyakit dengan tingkat kompleksitas tinggi.
Berikut adalah 5 kasus penyakit yang paling banyak dibawa pasien Indonesia ke Malaysia adalah kanker onkologi menyumbang hampir 50 persen dari total pasien kanker internasional di IHH, penyakit jantung, ortopedi, gangguan saraf, penyakit saluran pencernaan.
Menariknya, jalur berburu sehat warga Indonesia ke Malaysia ini terbagi berdasarkan wilayah asal pasien demi efisiensi akses geografis Batam dan sekitarnya Johor, Surabaya dan Indonesia Timur Penang, Kuala Lumpur.
Untuk mengakomodasi gelombang pasien RI yang masif ini, pihak rumah sakit Malaysia bahkan harus mendesain paket perawatan super efisien. “Rencana perawatan kami sesuaikan agar efektif dalam waktu kunjungan pasien yang umumnya berlangsung sekitar satu minggu atau lebih,” tambah Khairul.
Sadar bahwa Indonesia adalah pasar yang sangat strategis, IHH Healthcare Malaysia menggelar Healthcare Expo 2026 di Surabaya pada 16-19 Juli 2026. Mereka memboyong 10 rumah sakit ternama (seperti Gleneagles, Pantai Hospital, Island Hospital, dan Prince Court Medical Centre) untuk memberikan konsultasi gratis dan estimasi biaya langsung kepada warga Surabaya.
Tak hanya pameran, mereka juga telah menancapkan kuku bisnisnya dengan mendirikan kantor perwakilan resmi di Jakarta, Surabaya, Medan, dan Batam. Kantor ini berfungsi sebagai jembatan yang mengurus segalanya mulai dari konsultasi awal, proses rujukan, hingga koordinasi pasca-pengobatan saat pasien sudah kembali ke Indonesia.
Fenomena ramai-ramai berobat ke Malaysia ini menjadi alarm keras sekaligus momentum penting bagi dunia medis tanah air. Tingginya angka eksodus pasien ini menjadi cerminan bahwa kualitas, kecepatan, dan kepercayaan terhadap layanan kesehatan nasional masih perlu dievaluasi total agar mampu bersaing dan menahan devisa negara tidak terus mengalir ke luar negeri.





