Surabaya Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,8 Persen di Tahun 2026

Surabaya Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,8 Persen di Tahun 2026

Surabaya,(DOC) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya menggelar Rapat Paripurna penyampaian nota Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Surabaya Tahun Anggaran 2026, Selasa (7/10/2025).

Bacaan Lainnya

Rapat yang di pimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, di mulai pukul 11.27 WIB dan di nyatakan terbuka untuk umum. Agenda ini menjadi bagian penting dalam siklus perencanaan pembangunan kota menuju tahun anggaran baru.

Hadir dalam rapat tersebut 35 anggota dewan, Sekretaris Daerah Kota Surabaya, para asisten pemerintah kota, pimpinan perangkat daerah, direksi BUMD, serta perwakilan media dan organisasi masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Adi Sutarwijono menyampaikan bahwa rapat kali ini merupakan tindak lanjut dari jadwal pembahasan resmi. Dalam hal ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan nota keuangan dan arah kebijakan pembangunan untuk tahun anggaran 2026.

“Agenda ini merupakan bagian dari tahapan konstitusional yang penting, di mana kita semua akan membahas rancangan APBD secara terbuka demi kemajuan dan kesejahteraan warga Surabaya,” ujar Adi.

Wali Kota Eri Cahyadi kemudian memaparkan arah kebijakan fiskal, proyeksi ekonomi daerah, dan prioritas pembangunan. Arah kebijakan ini di rancang melalui prinsip efisiensi, akuntabilitas, serta kolaborasi lintas sektor.

“Pemerintahan yang sejahtera harus terus di perkuat agar anggaran yang di sepakati bersama benar-benar mampu mengoptimalkan pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tegasnya.

Surabaya Tetap Optimistis di Tengah Tantangan Global

Dalam pidatonya, Eri Cahyadi menyoroti sejumlah tantangan eksternal seperti ketidakstabilan ekonomi global, perang dagang, dan dinamika geopolitik internasional yang berpotensi mempengaruhi kinerja ekonomi daerah.

Meski demikian, ia optimistis Surabaya mampu mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi positif dengan mengandalkan semangat gotong royong dan daya juang masyarakat.

Perekonomian Surabaya pada tahun 2024 tercatat tumbuh 5,76 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional dan Provinsi Jawa Timur. Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan 5,8 persen, melalui penguatan empat motor utama:

  • Konsumsi masyarakat.
  • Investasi dunia usaha.
  • Belanja pemerintah.
  • Aktivitas ekspor-impor.
Baca Juga:  Satpol PP Surabaya Tertibkan Lapak dan Bangunan Liar di Saluran Manukan

Tiga Sektor Prioritas

Dalam rancangan RAPBD 2026, Pemerintah Kota Surabaya menetapkan tiga sektor prioritas utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

1. Sektor Pendidikan

Anggaran pendidikan di rencanakan mencapai Rp2,83 triliun atau 22,49 persen dari total APBD. Dana ini di gunakan untuk pembangunan sekolah baru, peningkatan kompetensi guru, serta pengembangan minat dan bakat siswa agar pendidikan di Surabaya semakin inklusif dan berkualitas.

2. Sektor Kesehatan

Anggaran kesehatan mencapai Rp2,46 triliun atau 19,54 persen dari total APBD. Fokus utama di arahkan pada layanan promotif dan preventif, penguatan fasilitas kesehatan. Serta, perluasan cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi seluruh warga Surabaya.

3. Sektor Infrastruktur

Belanja infrastruktur menjadi pos terbesar dalam RAPBD dengan total Rp6,13 triliun. Dana ini di alokasikan untuk pembangunan dan perbaikan sistem drainase, pengendalian banjir, peningkatan konektivitas antarwilayah, serta pengembangan sarana transportasi publik yang ramah lingkungan.

Tema Pembangunan 2026

Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa tema pembangunan Kota Surabaya tahun 2026 adalah “Transformasi Sosial Ekonomi Berkelanjutan melalui Penguatan Modal Manusia dan Pembangunan Infrastruktur.”

“RAPBD 2026 ini bukan hanya dokumen anggaran. Ini juga komitmen moral bersama untuk menghadirkan kesejahteraan nyata bagi seluruh warga Surabaya,” ujar Eri. (r6)

Pos terkait