Polinema Lumajang Berdayakan Ibu-ibu PKK Desa Selok Anyar Lewat Pelatihan Literasi Digital dan Bahasa Inggris

Polinema Lumajang Berdayakan Ibu-ibu PKK Desa Selok Anyar Lewat Pelatihan Literasi Digital dan Bahasa InggrisLumajang,(DOC) – Politeknik Negeri Malang (Polinema) PSDKU Lumajang terus aktif mendorong pemberdayaan masyarakat. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), tim dosen dan mahasiswa turun langsung ke Desa Selok Anyar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, pada Juni 2025.

Sebanyak 27 anggota PKK Desa Selok Anyar ikut serta dalam kegiatan ini. Mereka mendapat pendampingan dari 5 dosen dan 7 mahasiswa Polinema Lumajang. Fokus kegiatan adalah meningkatkan kemampuan literasi digital dan Bahasa Inggris untuk mendukung program Desa Digital.

Bacaan Lainnya

Ketua Tim Pengabdian, Lely Indah Kurnia, M.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan memperkuat kemandirian ibu-ibu PKK dalam mengelola dan memasarkan produk lokal.

“PKK adalah garda terdepan dalam pemberdayaan keluarga. Melalui literasi digital dan Bahasa Inggris, kami ingin mereka lebih percaya diri memperkenalkan potensi desa hingga ke tingkat nasional maupun internasional,” ujar Lely, Selasa (7/10/2025).

Peserta mendapat pelatihan penggunaan platform digital sederhana, pembuatan konten promosi berbahasa Inggris, hingga praktik langsung promosi produk secara daring.

Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka bahkan menghasilkan akun promosi digital dan contoh narasi promosi berbahasa Inggris yang siap dipublikasikan di media sosial dan marketplace.

Lely menyebut, kelompok PKK dipilih karena banyak anggotanya sudah memiliki usaha rumahan dan aktif berjualan online. Namun, mereka masih butuh bimbingan untuk membuat promosi yang menarik.

“Ibu-ibu ini sebenarnya punya banyak produk, tapi promosi digitalnya masih sederhana. Kami bantu agar mereka lebih kreatif dan bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” jelasnya.

Masyarakat Desa Selok Anyar memberikan respon positif atas kegiatan ini. Mereka berharap pelatihan serupa bisa terus berlanjut setiap tahun.

“Harapannya kegiatan ini tidak berhenti di sini saja. Kami ingin terus membantu warga agar usaha mereka makin berkembang lewat literasi digital dan kemampuan bahasa yang relevan dengan kebutuhan industri,” tutup Lely.(r7)

Pos terkait