Bakti Karya Mahasiswa 2025: Polinema Lumajang Hadirkan Ilmu dan Aksi Nyata di Masyarakat

Bakti Karya Mahasiswa 2025: Polinema Lumajang Hadirkan Ilmu dan Aksi Nyata di MasyarakatLumajang,(DOC) – Mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) PSDKU Lumajang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui kegiatan Bakti Karya Mahasiswa (BKM) 2025. Program ini menjadi bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan mengusung semangat kolaborasi dan penerapan ilmu secara langsung.

Kegiatan berlangsung sejak Mei hingga September 2025 di berbagai wilayah Kabupaten Lumajang. Program ini melibatkan sejumlah Himpunan Mahasiswa (Hima) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dari berbagai program studi Polinema Lumajang.

Bacaan Lainnya

Dosen Pembina Kemahasiswaan Polinema Lumajang, Mutrofin Rozaq, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah.

“Bakti Karya Mahasiswa adalah bentuk pengabdian masyarakat oleh organisasi kemahasiswaan internal, mulai dari Himpunan hingga UKM. Mahasiswa hadir dengan ilmu yang mereka pelajari di kampus, untuk dibagikan kepada masyarakat,” jelas Mutrofin.

Rangkaian Kegiatan di Berbagai Desa

  1. Program BKM 2025 mencakup beragam kegiatan dengan pendekatan berbeda di tiap wilayah, di antaranya:
  2. Servis Gratis oleh Himpunan Mahasiswa Mesin di Desa Karangbendo, Tekung (30–31 Mei 2025).
  3. Pelatihan Akuntansi oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi di SMKN Klakah (4–5 Agustus 2025).
  4. Pelatihan Multimedia oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi di SMAN 1 Yosowilangun (27–28 Agustus 2025).
  5. Pembuatan Sumur Resapan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil di Kelurahan Jogoyudan (30–31 Agustus 2025).
  6. Pelatihan Puding Sayur oleh UKM Kewirausahaan di Kelurahan Tompokersan (29 Agustus 2025).
  7. Aksi Bersih Sungai Kalitemi oleh UKM Mapala di Kelurahan Jogotrunan (27 September 2025).

Mahasiswa Terapkan Ilmu, Masyarakat Rasakan Manfaat

Mutrofin menjelaskan, setiap kegiatan diikuti oleh sekitar 20–30 mahasiswa yang berperan sebagai narasumber, pendamping, sekaligus pelaksana kegiatan.

“Tujuan utamanya agar mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang mereka pelajari secara nyata. Misalnya, mahasiswa Teknik Informatika berbagi keahlian lewat pelatihan multimedia, sedangkan mahasiswa Akuntansi mengajarkan dasar-dasar keuangan kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Internet Gratis di Alun - Alun Lumajang Tampung 400 Perangkat

Menurutnya, antusiasme mahasiswa sangat tinggi karena mereka bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat dan melihat hasil nyata dari kontribusinya.

“Mahasiswa sangat senang bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat. Selama ini mereka belajar di kelas, tapi lewat program ini mereka melihat dampak nyata dari ilmunya,” imbuh Mutrofin.

Sinergi ke Depan: Mahasiswa dan Potensi Daerah

Mutrofin berharap, program Bakti Karya Mahasiswa dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Lumajang, terutama desa-desa yang belum tersentuh kegiatan mahasiswa.

“Kami ingin ke depan bisa bersinergi dengan berbagai pihak, seperti Bappeda dan instansi lain, bahkan dengan industri pariwisata. Lumajang punya potensi besar, dan mahasiswa harus ikut mengembangkannya,” tuturnya.

Ia menegaskan, meskipun Polinema Lumajang tidak memiliki program Kuliah Kerja Nyata (KKN), kegiatan BKM menjadi wadah yang setara dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Program kami bukan KKN, tapi prinsipnya sama — mahasiswa hadir untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Lumajang,” pungkasnya.(r7)

Pos terkait