D-ONENEWS.COM

Tak Atraksi Satwa di KBS

Surabaya,(DOC) –  Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) mulai mengurangi pertunjukkan yang melibatkan satwa atau animal show. Tidak pertunjukkan satwa, tunggang satwa juga mulai dikurangi dan secara bertahap di kebun binatang kebanggaan warga Surabaya ini.

Plt Direktur Utama PDTS KBS, Aschta Boestani Tajudin mengatakan, untuk tunggang satwa, yang sudah dihentikan diantaranya, tunggang unta. Untuk tunggang gajah masih ada, tapi pelan-pelan akan dihentikan juga. Menurut dia, penghentian atraksi satwa maupun tunggang satwa tidak dapat dihentikan seketika. Sebab,  membutuhkan waktu untuk sosialisasi serta memberi pemahaman pada masyarakat. “Ke depan, kami ingin tidak ada lagi satwa yang dipaksa untuk melakukan atraksi yang bukan menjadi kebiasaan aslinya. Contohnya membuang sampah, naik sepeda, pegang bola, itu bukan perilaku satwa sebenarnya dan itu tidak mendidik masyarakat,” katanya.

Aschta menjelaskan, pihaknya saat ini sedang melakukan pembangunan serta penataan kandang satwa. Baik kandang tinggal maupun kandang pertunjukkan. Penataan dan pembenahan ini memungkinkan satwa dapat bergerak bebas serta melakukan aktivitas semirip mungkin dengan kondisi habitat aslinya. Kebun binatang pada dasarnya tempat edukasi bagi masyarakat. Sehingga memperoleh informasi serta pengetahuan mengenai satwa tersebut hidup dan berperilaku sebagaimana mestinya. “Atraksi atau pertunjukan satwa justru akan lebih baik dengan melihat perilaku sebenarnya dari satwa. Yang mana itu tidak dapat diketahui masyarakat ketika tidak melihat langsung di habitat aslinya,” ujarnya.

Lebih jauh Aschta menambahkan, jika kebun binatang didesain seperti habitat asli, maka sangat memungkinkan satwa menunjukkan atraksi alaminya. Keputusan untuk menghentikan segala bentuk pertunjukan satwa maupun tunggang satwa, merupakan kebijakan direksi. “Kami menghendaki kebun binatang kembali pada fungsi yang sebenarnya. Yakni sebagai tempat edukasi,” paparnya.

Sementara itu, masih maraknya eksploitasi terhadap satwa liar khususnya orangutan, menjadi keprihatinan Centre for Orangutan Protections (COP) Surabaya. Dalam aksinya kemarin di Jalan Pemuda, COP menyerukan dihentikannya segala bentuk pemanfaatan satwa orangutan untuk obyek foto maupun atraksi dalam sirkus. “Orangutan bukanlah obyek yang dapat dijadikan mainan, sehingga semua aktivitas memanfaatkan orangutan tidak pada perilaku aslinya harus dihentikan,” ujar Koordinator Kampanye Orangufriends Surabaya, COP, Mawar Purba.

Pihaknya juga menyoroti masih adanya lembaga konservasi seperti taman safari maupun kebun binatang, yang masih menyediakan orangutan atau satwa lainnya untuk obyek foto maupun atraksi hiburan pengunjung. Pihaknya meminta lembaga konservasi menyediakan badut atau patung satwa untuk obyek foto, daripada harus menjadikan satwa sebagai tontonan atraksi hiburan. “Selain itu, masyarakat harus tahu, mereka jangan kontak langsung dengan orang utan, karena kalau orangutan atau manusianya sakit, itu bisa menular,” ujarnya.(r7)

Loading...