Tak Ditemui Presiden, Aksi Bela Rakyat Berlanjut Aksi Reformasi Jilid II, Massa Mulai Bakar Ban

aksi_reformasi_jilid3 Jakarta,(DOC) – Pertemuan 3 orang perwakilan mahasiswa yang menggelar aksi bela rakyat di depan istana negara dengan sekertaris negara nampaknya tengah menemui jalan buntu.
Keinginan mahasiswa untuk berdialog langsung dengan Presiden Joko Widodo(Jokowi) tak bisa terlaksana lagi.
“Tetap kita ingin ditemui presiden. tadi kita gagal bertemu karena presiden alasan rapat internal. Kita tetap lobby (sekneg,red), karena sudah 2 tahun presiden tak pernah menemui,” ungkap Fikri koordinator aksi, usai pertemuan dikantor sekertaris negara(Sekneg),Kamis(12/1/2017).
Mahasiswa universitas Negeri Jakarta(UNJ) ini juga mengancam akan menggelar gerakan kreatif untuk reformasi jilid II, jika presiden tak bisa mengelola negeri ini dengan baik.
“3 tuntutan kami yaitu cabut kenaikan tarif dasar listrik(TDL), harga BBM dan Pendapat Negara Bukan Pajak(PNBP). ini point penting yang mempengaruhi kenaikan harga semua bahan pokok. Apabila presiden tak mengakomodir maka kami akan gelar reformasi jilid II,” tegasnya.
aksi_reformasi_jilid2Fikri menegaskan, kebijakan pemerintah menaikkan harga kebutuhan pokok ini merupakan bentuk tindakan inskonstitusional undang-undang dasar (UUD) 45 yang harus di anulir.
Ia menjelaskan, untuk kenaikan TDL dan BBM, seharusnya Presiden tidak serta merta menaikkan hanya mendengar usulan dari badan usaha, tapi melalui kajian dari menteri Energi Sumberdaya Mineral (ESDM). begitu pula dengan kenaikan harga BBM. menurut Fikri, Presiden dianggap telah mengeluarkan kebijakan yang melanggar ketentuan mahkamah konstitusi(MK).
“Melanggar inkonstitusional. presiden melanggar ketentuan MK. kenaikan TDL dan BBM tidak sesuai nafas UUD 45. seharus kenaikannya mengikuti mekanisme pasar bukan usulan dari badan usaha,” paparnya.
Janji pemerintah yang pro rakyat dengan tetap memberi subsidi bbm, menurut fikri, hanya isapan jempol belaka. mengingat dari data di 19 kota se Indonesia, bbm subsidi jenis premium sudah mulai langka.
aksi_reformasi_jilid“19 kota itu sudah mewakili suara rakyat Indonesia. rakyat sudah menjerit dan  mempertanyakan janji pemerintah atas langkanya premium,” tegasnya.
Hingga berita saat ini, sekitar 500 mahasiswa Aliansi BEM se Indonesia masih bertahan di Istana Negara karena tidak puas dan kecewa dengan hasil pertemuan tersebut. bahkan aksi mereka semakin menjadi, membakar ban dan simbol – simbol kenaikan harga di depan istana negara.
Semula pihak kepolisian mendeadline aksi sampai pukul 18.00 wib, dan sempat memukul mundur massa. Namun hingga sekarang mereka masih bertahan dan pihak kepolisian sudah mulai siaga untuk membubarkan.(mi/r7)

Pos terkait