Bersahabat Dengan Ulama, DPD PDIP Jatim Gelar Shalawat Bersama

Surabaya,(DOC) – Senam politik yang digelar di kantor DPC PDIP Surabaya selama seminggu berakhir dengan acara shalawat bareng yang akan di pusatkan di kantor DPD PDIP Jawa Timur, Jl. Kendangsari Surabaya, Sabtu(28/1/2017)  malam Minggu. Acara yang diselenggarakan DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur ini, bertema ‘Doa untuk Bangsa akan diikuti oleh para kader dan masyarakat, bahkan mengundang Wali Kota Tri Rismaharini dan Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf.
Sekretaris DPD PDIP Sri Untari mengatakan, kegiatan ini lebih dikhususkan untuk memperingati HUT PDIP ke 44. Acara keagamaan yang telah berulang kali diselenggarakan oleh PDIP, juga bertujuan untuk menepis anggapan yang mengaitkan PDIP dengan PKI atau anti-Islam.
“Kami sudah sering menggelar shalawat, serta acara keagamaan lainnya. Kali ini shalawatan dilaksanakan dalam rangka peringatan HUT ke 44 PDI Perjuangan. Dan yang pasti, ini sekaligus membuktikan bahwa PDIP tidak seperti yang dituduhkan pihak-pihak tak bertanggung jawab itu,” ujar Untari, Jumat (27/1/2017).
Selain tokoh politik di Surabaya dan Jawa Timur, doa bersama ini, juga dihadiri oleh para Kiayi asal PWNU Jatim, PC NU Surabaya dan Sidoarjo.
Untari menambahkan, doa bersama akan dipimpin oleh KH Zainudin Husni dari Surabaya.
“Kami sangat terbuka dengan semua ulama. Karena itu kami tegaskan PDIP tidak pernah ada masalah dengan ulama siapapun, tidak ada kriminalisasi ulama, ulama yang mana. Bagi PDIP semua ulama kami hormati, kami junjung tinggi,” tegas wanita yang juga menjabat Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim ini
Untari juga mengungkapkan pihaknya merasa tak terima dengan banyaknya tudingan yang menyebut bahwa kader PDIP anti-Islam dan membenci para ulama. Ia menegaskan bahwa hal itu tidaklah benar.
“Ini salah satu buktinya kami mengadakan Shalawatan bersama. Hampir sebagian besar yaitu 80 persen kader PDIP adalah Islam. Mayoritas kami ini dari NU. Seperti pengurus harian DPD PDIP Jawa Timur dari 23 pengurus, 20 orang adalah muslim,” cetusnya.

Sfaifudin Zuhri Sekertaris DPC PDIP Surabaya Di Tanah Suci


Karena itu pihaknya berharap dengan digelarnya doa bersama, shalawat Nabi Muhammad SAW, maka akan bisa menjadikan bangsa Indonesia aman, sejahtera dan jauh dari pertikaian antar sesama anak bangsa.
“Jangan sampai bangsa ini terpecah belah. Bangsa ini berdiri atas perjuangan para ulama, syuhada dan pejuang dari beragam suku, agama dan ras,” tandasnya.
Penjelasan sama disampaikan oleh Ketua Panitia PDIP Bersholawat Marhaen Djumadi yang menegaskan bahwa kegiatan ini tidak untuk menandingi acara keagamaan yang akan digelar di Surabaya pada Sabtu(28/1/2017) besok pagi dini hari.
“Jadi kami tegaskan lagi, PDI Perjuangan Bersholawat ini sudah dirancang sejak lama untuk memperingati HUT ke 44 PDIP. Bukan maksud untuk menandingi atau apapun. Ini murni rangkaian kegiatan HUT PDIP,” pungkas Marhaen.(sr/r7)