
Surabaya, (DOC) – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, turun langsung menangani banjir rob di Greges Timur, Kecamatan Asemrowo, Selasa pagi. Upaya mitigasi di lakukan dengan meninggikan tanggul menggunakan sandbag dan bambu. Langkah ini bertujuan melindungi tambak dan rumah warga dari luapan air.
Banjir rob terjadi pada Senin malam. Sejumlah titik tanggul di sekitar tambak jebol dan air meluap hingga ke pemukiman warga. Akibatnya, tambak dan rumah-rumah di kawasan tersebut terendam.
Wali Kota Eri terlihat ikut bergotong-royong bersama warga. Meski kondisi berlumpur, ia tak ragu membantu membawa bambu dan karung untuk memperbaiki tanggul.
“Ada tiga titik yang jebol. Sebenarnya bukan jebol, tetapi tanggul di lubangi oleh petani tambak untuk irigasi,” jelasnya. “Sayangnya, lubang belum selesai saat rob datang.”
Oleh karena itu, Eri meminta petani tambak untuk menunda pembuatan irigasi sampai masa rob berakhir. Sebagai solusi, Pemkot Surabaya siap menyediakan pompa untuk mengalirkan air ke tambak.
Target Selesai
Perbaikan tanggul di targetkan selesai sebelum pukul 15.00 WIB. Menurut Eri, jika pengerjaan molor, air bisa kembali masuk ke tambak dan pemukiman.
“Jam 5 sore nanti air pasang lagi. Jadi, tanggul harus selesai sebelum itu. Saya harap warga patuh,” katanya.
Pembangunan tanggul di lakukan di dua lokasi. Pertama, sisi tambak yang berbatasan dengan laut. Kedua, sisi tambak yang dekat pemukiman warga.
“Tanggul di pemukiman di buat melingkar berbentuk huruf U dengan batu kumbung. Sementara, sisi tambak menggunakan tanah,” ujar Eri.
Tanggul tersebut akan di tinggikan hingga dua meter. Lebarnya di buat empat meter sesuai kesepakatan bersama warga dan petani tambak.
Tak hanya memperbaiki tanggul, jajaran Pemkot Surabaya juga menyedot air rob sejak Senin malam. Penyedotan di lakukan hingga pukul 03.00 WIB menggunakan pompa alkon dan mobil PMK.
Sementara itu, Kepala BPBD Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, mengatakan lebih dari 300 satgas di kerahkan.
“Penambalan tanggul akan di sempurnakan dengan alat berat backhoe. Sore ini harus selesai karena malamnya air naik lagi,” pungkas Hebi. (r6)





