D-ONENEWS.COM

Tersangka Kasus Pengaturan Skor Pertandingan Bola Akan Dijerat 3 Pasal Sekaligus

Surabaya,(DOC) – Ditreskrimsus Polda Jatim mendalami aliran dana pencucian uang yang dihasilkan dalam praktek pengaturan skor pertandingan sepak bola nasional.

Vigit Waluyo, salah satu tersangka suap pengaturan skor pertandingan bola tersebut, Kamis(24/1/2018) kemarin, sempat diperiksa di Mapolda Jatim.

“Pemeriksaan Vigit ini untuk mendalami konstruksi hukum atas kasus suap pengaturan skor sepak bola nasional  hingga tindak pidana pencucian uang mafia skor pertandingan bola,” ungkap Wakil Ketua Satgas Anti Mafia Bola, Brigjen Pol. Krishna Murti.

Saat ini penyidik telah menetapkan  11 tersangka dalam kasus pengaturan skor hasil pertandingan sepak bola Nasional. Menurut Brigjen Pol Krishna Murti, mereka akan dikenai 3 pasal sekaligus.

“3 pasal akan dikenakan pada 11 tersangka terkait suap skor pertangingan bola yaitu penipuan dan penggelapan serta tindak pidana pencucian uang. Sedangkan Vigit Waluyo yang ditengarai terlibat langsung pengaturan skor di liga 2, juga diduga mengetahui proses pengaturan hasil pertandingan di liga satu,” tandasnya.

Sementara itu, Vigit Waluyo menyebut komite wasit berperan dalam pengaturan skor di kompetisi Liga Indonesia.

Mantan pengelola PS Mojokerto Putra ini membeberkan seorang nama oknum komite wasit yang bermain.

Pengaturan skor mulai saat penjadwalan pertandingan liga, karena sangat berpengaruh dalam pengaturan skor.

Pengaturan skor ini, menurut Vigit, hanya untuk menjadikan PS Mojokerto Putra tak terdegradasi.

“Upaya pengaturan skor ini agar PS Mojokerto Putra menjadi tuan rumah. Uang yang diberikan sekitar Rp.25-Rp.50 juta kepada komite wasit dan Komdis PSSI,” katanya.

Kepada penyidik Vigit menyebut, nama oknum komite wasit, Nasrul Kotto dan Komdis PSSI, Dwi Irianto yang dikenal dengan sebutan mbah Putih.(hadi/r7)

Loading...

baca juga