Malang,(DOC) – TNI Angkatan Udara (AU) bersama sejumlah pemangku kepentingan menggelar Tanam Raya Tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi melalui hilirisasi serta modernisasi budidaya tebu.
Aster Kasau Marsda TNI Palito Sitorus menegaskan bahwa tebu memiliki nilai strategis bagi kemandirian bangsa. Karena itu, TNI AU terus mendorong sinergi lintas institusi agar pembangunan sektor pangan berjalan lebih efektif. “Tebu memiliki potensi besar dengan berbagai produk turunan. Hari ini kami hadir untuk mendengar langsung keluhan dan harapan petani, serta mencari solusi bersama seluruh stakeholder,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).
Selain itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka. Ia menilai pembangunan pertanian memerlukan basis data yang akurat agar pemerintah mampu mengambil kebijakan yang tepat. “Pengelolaan pangan tidak boleh berdasarkan asumsi. Data yang akurat adalah fondasi perencanaan dan kebijakan,” tegasnya.
Selanjutnya, Direktur Strategi dan Sustainability PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) Dimas Eko Prasetyo menekankan pentingnya penerapan teknologi modern. Menurutnya, produktivitas tebu akan meningkat bila seluruh prosesnya berbasis data. “Pengembangan tebu harus berbasis data agar efisiensi dan nilai tambah industrinya meningkat,” ujarnya.
Untuk memperkuat ekosistem tebu, PT SGN menampilkan inovasi melalui booth yang menghadirkan gula kemasan 1 kilogram, gula karung Nusakita, serta teknologi geospasial berbasis citra satelit dan drone. Teknologi ini terintegrasi dalam platform Etera (Ekosistem Tebu Rakyat) yang menyediakan data real-time terkait tutupan lahan, progres tebangan, hingga deteksi kekeringan. Dengan demikian, platform tersebut mendorong percepatan produksi gula nasional dan meningkatkan efisiensi on farm.
Melalui kolaborasi ini, TNI AU dan seluruh pemangku kepentingan berharap Tanam Raya Tebu menjadi momentum percepatan transformasi sektor pertanian. Selain memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, langkah ini juga mengakselerasi kemandirian ekonomi masa depan.(ode/r7)





