Tumbuh 8 Persen, Mal di Surabaya Sukses Jaga Tren Positif Selama Libur Sekolah

Tumbuh 8 Persen, Mal di Surabaya Sukses Jaga Tren Positif Selama Libur Sekolah
Ilustrasi suasana Mal di Surabaya saat musim liburan sekolah. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC)Sektor ritel di Kota Surabaya membuktikan ketangguhannya di tengah bayang-bayang krisis ekonomi global. Pengelola pusat perbelanjaan di Kota Pahlawan tetap optimistis mampu mempertahankan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2026, yang dibuktikan dengan tingginya antusiasme kunjungan masyarakat.

Direktur Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, menegaskan bahwa hingga akhir Juni, performa aktivitas ritel di Surabaya masih berada di jalur hijau. Momentum libur sekolah menjadi salah satu pendorong utama yang membuat mal-mal di Surabaya terus dipadati pengunjung.

Bacaan Lainnya

“Selama liburan sekolah, sektor ritel sangat diuntungkan. Saat akhir pekan, Sabtu dan Minggu, pengunjung sangat ramai. Jumlah kendaraan yang masuk area parkir di tempat kami bahkan bisa mencapai lebih dari 8.000 mobil per hari,” ungkap Sutandi saat dikonfirmasi, Minggu (28/6/2026).

Sutandi menambahkan, salah satu kekuatan utama industri ritel di Surabaya adalah karakteristik masyarakatnya. Mal-mal di Surabaya terbukti memiliki basis pengunjung yang sangat loyal, sehingga roda perekonomian di dalam pusat perbelanjaan tetap berputar stabil.

Meski industri ritel akan memasuki siklus tahunan yang cenderung normal pada periode Juli hingga Oktober, di mana masyarakat biasanya mulai mengatur ulang skala prioritas belanja mereka para pelaku usaha ritel di Surabaya sudah siap mengantisipasinya dengan matang.

Alih-alih khawatir, para peritel justru memanfaatkan periode tersebut untuk menyusun strategi kreatif, termasuk menyiapkan berbagai program promosi menarik dan diskon khusus guna menjaga daya tarik belanja konsumen.

Langkah ini disiapkan sekaligus sebagai pemanasan sebelum menyambut lonjakan belanja besar berikutnya pada musim libur akhir tahun, Natal, dan Tahun Baru yang diprediksi akan kembali memuncak mulai November mendatang.

Sutandi optimistis, dengan fundamental yang kuat dan strategi promosi yang adaptif, pusat perbelanjaan di Surabaya akan menutup tahun dengan capaian yang manis.

“Secara umum kondisi mal di Surabaya masih sangat baik dan stabil. Pertumbuhan tetap ada dan terjaga dengan baik, yaitu berada di kisaran 7 hingga 8 persen,” pungkasnya.

Pos terkait