
Surabaya, (DOC) – Pakuwon Group memutuskan untuk memotong tinggi pagar pengaman di dua pusat perbelanjaan ikoniknya di Surabaya, yakni Tunjungan Plaza (TP) dan Pakuwon Mall. Langkah pemangkasan ini diambil sebagai respons atas imbauan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi agar keberadaan pagar tinggi tidak merusak estetika dan visual bangunan utama kawasan perkotaan.
Direktur Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, menjelaskan bahwa proses penyesuaian dilakukan secara teknis dengan melepas pagar yang ada, memotong ukurannya menjadi lebih rendah, lalu memasangnya kembali.
Skema ini dipilih agar nilai estetika gedung tidak lagi tertutup, sekaligus memastikan fungsi keselamatan pengunjung tetap terjaga.
“Kami rapikan dan dipendekkan di TP sama Pakuwon Barat karena secara estetika pagar yang ada menutup gedung utama di dua lokasi itu. Langkah ini sesuai imbauan Pak Wali Kota untuk menjaga keindahan kota,” kata Sutandi.
Meski dipangkas, Sutandi menegaskan fungsi pembatas fisik tersebut masih sangat dibutuhkan. Luasnya area terbuka di sekitar mal berpotensi memicu pengunjung menyeberang jalan dari sembarang arah. Dengan adanya pagar yang lebih rendah, arus pejalan kaki tetap terarah dan aman dari padatnya lalu lintas kendaraan tanpa memberi kesan tertutup.
Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa Pemkot Surabaya tidak meminta pengelola mal membongkar total pembatas tersebut. Penyesuaian ketinggian diperlukan agar tidak muncul persepsi keliru seolah-olah kondisi keamanan Kota Surabaya sedang tidak kondusif akibat penggunaan pagar yang terlalu tinggi dan masif.





