
Surabaya, (DOC) – Para calon orang tua di Kota Surabaya kini tak perlu lagi pusing memikirkan kerumitan mengurus dokumen kependudukan begitu buah hati lahir. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya menghadirkan inovasi layanan terpadu bernama Bunda Jelita (Bersama Urus Kelahiran dan Identitas Anak – Jejaring Lintas Layanan Kependudukan dan Kesehatan).
Melalui program ini, pendampingan kesehatan ibu hamil dan pengurusan administrasi kependudukan (Adminduk) diintegrasikan sejak usia kehamilan memasuki tujuh bulan. Begitu bayi lahir di fasilitas kesehatan mitra, orang tua bisa langsung membawa pulang tiga dokumen penting sekaligus. Akta Kelahiran, Kartu Keluarga (KK) baru, dan Kartu Identitas Anak (KIA) tanpa perlu datang ke kantor dinas secara terpisah.
Kepala Disdukcapil Kota Surabaya, Irvan Wahyudradjad, menegaskan bahwa Bunda Jelita dirancang untuk memotong rantai birokrasi yang selama ini sering membuat pencatatan dokumen kelahiran tertunda.
“Berdasarkan evaluasi dan masukan masyarakat, kami melihat pentingnya hadir sejak masa kehamilan. Melalui Bunda Jelita, pengajuan akta kelahiran langsung disertai penerbitan KK dan KIA secara otomatis. Ini jauh lebih cepat, mudah, dan praktis bagi warga,” ujar Irvan, Senin (21/9/2026).
Keunggulan utama Bunda Jelita dibanding layanan sejenis di daerah lain terletak pada pendampingan hulunya. Disdukcapil menggandeng Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Kader Surabaya Hebat (KSH) untuk mendampingi ibu hamil sejak usia kandungan 7 bulan, sekaligus membantu menyiapkan berkas adminduk calon bayi.
Untuk menjangkau seluruh warga, Disdukcapil Surabaya telah menjalin kemitraan luas dengan 66 rumah sakit, 136 praktik bidan mandiri, dan 63 puskesmas di seluruh wilayah Surabaya. Pengurusan dokumen cukup diproses langsung melalui faskes mitra tempat persalinan berlangsung.
“Masyarakat tidak perlu lagi antre di kantor pelayanan. Kolaborasi ini adalah wujud komitmen Disdukcapil Kota Surabaya dalam memberikan pelayanan publik yang membahagiakan warga sekaligus mendorong tertib adminduk sejak dini,” pungkas Irvan.





