Jakarta,(DOC) – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pada ajang Baznas Awards 2025 di Jakarta, ia meraih penghargaan kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia dari Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (Baznas RI).
Tidak hanya Eri Cahyadi, Baznas Kota Surabaya juga membawa pulang dua penghargaan sekaligus, yakni kategori Pengumpulan ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) Terbaik serta Program Pendidikan Terbaik.
Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra) Kota Surabaya, Arief Boediarto, bersama Ketua Baznas Kota Surabaya, Moch Hamzah, hadir untuk menerima langsung penghargaan yang diberikan oleh Ketua Baznas RI, Noor Achmad. Dengan demikian, total ada tiga penghargaan yang diraih Surabaya pada kesempatan tersebut.
Arief menegaskan bahwa keberhasilan ini lahir dari dukungan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Surabaya. Para ASN secara konsisten menyalurkan zakat melalui Baznas, sehingga pengumpulan ZIS meningkat signifikan. Selain itu, program pendidikan Baznas Surabaya juga dinilai paling banyak memberikan manfaat dibandingkan program lainnya.
“Pak Wali Kota meraih penghargaan, lalu Baznas Surabaya mendapatkan dua penghargaan terbaik. Jadi, ada tiga capaian penting yang membanggakan Surabaya,” jelas Arief.
Sinergi untuk Pendidikan
Ketua Baznas Surabaya, Moch Hamzah, menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi yang keempat bagi Wali Kota Eri Cahyadi dan Baznas Surabaya. Menurutnya, dukungan penuh Pemkot Surabaya membuat program ZIS berkembang pesat. Di sisi lain, sinergi dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan perguruan tinggi semakin memperkuat program pendidikan.
Setiap bulan, Baznas menyalurkan beasiswa untuk sekitar 4.500 siswa SMP dari keluarga kurang mampu. Selain itu, lembaga ini juga membantu siswa Madrasah Tsanawiyah, menjalankan program Tebus Ijazah SMA, hingga mendorong program Satu Keluarga Satu Sarjana. Dengan langkah itu, Baznas berupaya membuka akses pendidikan lebih luas bagi anak-anak Surabaya.
Hamzah berharap kolaborasi antara Pemkot Surabaya, Baznas, dan Kemenag terus berjalan secara konsisten. Menurutnya, pengelolaan zakat mampu menjadi instrumen penting dalam mengatasi persoalan sosial dan ekonomi. Bahkan, ia optimistis zakat bisa membantu pemerintah menurunkan angka kemiskinan dan stunting.
“Dengan program yang selaras bersama Pemkot, kami ingin memastikan zakat benar-benar membawa manfaat. Harapannya, dari sini lahir generasi emas 2045 yang siap melakukan perubahan sosial di lingkungannya,” pungkas Hamzah.(r7)





